Papua

Bumi Cendrawasih itu tak henti ditimpa beban. Jadi arena pertarungan tak berwujud yang terus berupaya mengacaukan suasana. Upaya menjauhkan kedamaian di bumi yang kaya itu.

Jumat, 26 Mei 2017 14:00 WIB

Bumi Cendrawasih itu tak henti ditimpa beban. Jadi arena pertarungan tak berwujud yang terus berupaya mengacaukan suasana. Upaya menjauhkan kedamaian di bumi yang kaya itu.

Semenjak beberapa bulan upaya itu tampak. Jiwa-jiwa melayang, isu ditebar memecah yang asli dan bukan. Bahkan saat  warga Papua tengah  memperingati hari besar keagamaannya upaya itu tetap dilakukan. Dan lagi-lagi dibayar dengan nyawa.

Kemarin terjadi aksi blokade jalan di Jayapura, dipicu dugaan pembakaran Alkitab oleh anggota TNI. Belakangan Kapolda Papua Boy Rafli Amar memastikan kalau itu bukan Alkitab, namun buku berjudul 'Asal Usul Agama' karya Thomas Hwang.

Jiwa melayang seperti tak bernilai di ujung timur negeri ini. Sentimen SARA sungguh senjata yang ampuh untuk merusak kedamaian. Ditambah kemudahan akses media sosial, sentimen menyebar nyaris tak terkendali.

Tindakan segera harus dilakukan. Diawali dengan menahan diri untuk tak terprovokasi, juga tak menyebarkan kabar yang menyesatkan.

Selanjutnya para tokoh masyarakat, agama, suku, aparatur duduk bersama mencari jalan mengembalikan kedamaian. Sembari itu melakukan upaya mengurai benang dan mengungkap tuntas kasus-kasus kekerasan yang terjadi beberapa bulan ini.

Bila perlu, bentuk tim pencari fakta independen dengan  melibatkan tokoh-tokoh di luar Papua. Kehadiran orang luar ini sepertinya perlu lantaran kekerasan juga sempat menimpa staf Komnas HAM perwakilan Papua mau membantu menyelesaikan sebuah kasus pembunuhan dosen Uncen pada 11 Mei lalu.

Segera bertindak, demi negeri cendrawasih yang damai, demi agar tak lagi ada jiwa melayang sia-sia. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Apakah anda lelah dengan rutinitas harian anda? Seperti kuliah atau bekerja,dan belum punya waktu atau budget anda terbatas untuk bersenang-senang? Dufan Jawabannya