Kendeng

Ini adalah upaya mereka menegaskan penolakan mereka atas pembangunan pabrik semen di kampung mereka.

Rabu, 13 Apr 2016 10:00 WIB

Aksi menyemen kaki di depan Istana Negara. (Foto: Wydia Angga)

Aksi menyemen kaki di depan Istana Negara. (Foto: Wydia Angga)

Sembilan perempuan petani itu datang dari kawasan pegunungan Kendeng, Jawa Tengah. Di depan Istana Merdeka mereka mengecor kedua kaki mereka dengan semen, di dalam kotak. Ini adalah upaya mereka menegaskan penolakan mereka atas pembangunan pabrik semen di kampung mereka.

Aksi ke Istana ini bukan kali pertama. Setahun silam, 9 perempuan Kendeng juga beraksi menolak pabrik semen di tempat yang sama. Memakai kebaya dan caping, mereka memukuli lesung sebagai panggilan pada para petinggi negeri untuk mendengar jeritan warga. 

Kawasan pegunungan karst  Kendeng berada di empat kabupaten yakni Kabupaten Blora, Grobogan, Pati dan Rembang. Setidaknya ada 6 pabrik semen yang berencana menambang di kawasan seluas 20 ribuan hektar itu. Bayangkan apa jadinya bila kawasan sumber air itu jadi ditambang, diambil batu kapurnya untuk bahan semen. Kekeringan dan hancurnya pertanian ribuan petani ada di depan mata.

Itulah yang membuat  para petani tak menyurutkan langkah menuntut perhatian para pembuat kebijakan. Sudah bertahun-tahun aksi digelar di kampung halaman. Hidup dan penghidupan mereka dipertaruhkan. Sepatutnya para petinggi negeri datang dan mendengar langsung apa yang menjadi kekuatiran warganya. 

Pembangunan yang digenjot pemerintahan kali ini mestinya tak hanya berpihak pada pemilik modal dengan seabrek deregulasi aturan. Para petani dan orang-orang miskin lainnya yang terancam hidupnya mesti diberi kesempatan yang sama. Diberi jaminan hidup dan penghidupannya dari keserakahan mesin-mesin  penyedot kekayaan alam dan perusak lingkungan. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Warga Penolak: Rekomendasi Ombudsman Tegaskan Pembangunan Bandara NYIA Cacat Prosedur

  • Kereta BBM Anjlok Sebabkan Keterlambatan Kereta
  • Kapal Hantu Korut Kembali Terdampar di Perairan Jepang
  • Ke MU, Sanches Akan Jadi Pemain Bergaji Tertinggi Sepanjang Sejarah

Perkembangan teknologi membawa banyak kemudahan bagi kita termasuk di bidang keuangan atau FinTech atau Financial Technology.