Orba

Di acara haul malam, Soeharto seolah-olah jadi pahlawan. Dan kita lihat juga munculnya kembali suara-suara dari sebagian kelompok yang seperti ingin kembali ke masa itu.

Senin, 13 Mar 2017 00:24 WIB

Cagub DKI Jakarta Anies Baswedan di acara Haul Soeharto.

Cagub DKI Jakarta Anies Baswedan menyapa jemaah saat memperingati 51 tahun Haul Presiden Soeharto di Masjid Agung At-Tin, TMII (Foto: Antara)

Ada tagar menarik yang beredar di lini masa Twitter kemarin: #KangenOrba.

Asal muasalnya adalah acara Haul Soeharto dan peringatan Supersemar ke-51 yang digelar oleh Keluarga Soeharto akhir pekan lalu. Ada banyak tokoh yang datang ke sana: ada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, sampai calon gubernur Jakarta Anies Baswedan dan calon wakil gubernur Jakarta, Djarot Saiful Hidayat.

Di acara itu, politisi Partai Golkar sekaligus putri almarhum Presiden kedua RI, Soeharto, Siti Hediatii Hariyadi atau Titiek Soeharto sampaikan pesan: supaya masyarakat melanjutkan perjuangan Soeharto mewujudkan demokrasi. Demokrasi saat ini dianggap sudah kebablasan. Titiek menambahkan, jasa-jasa Soeharto kelak akan diakui oleh sejarah. Ingatan seperti langsung melayang pada sebuah gambar yang sudah cukup lama beredar - foto Soeharto disertai tulisan: ‘Enak zamanku toh?’

Orde Baru lekat dengan Soeharto. Setiap kali ada situasi di masa sekarang yang dianggap kurang enak atau pas, biasanya langsung beredar meme Soeharto itu. Seperti hendak membandingkan, sekaligus mengunggulkan. Seolah-olah segala sesuatu di masa pemerintahan Soeharto selama 32 tahun adalah hal terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Padahal jika itu betul, tentu tidak akan ada peristiwa bersejarah tahun 1998 yang memunculkan Reformasi di tanah air.

Di acara haul malam, Soeharto seolah-olah jadi pahlawan. Dan kita lihat juga munculnya kembali suara-suara dari sebagian kelompok yang seperti ingin kembali ke masa itu. Kita tidak boleh lupa bahwa ada begitu banyak kesewenang-wenangan yang terjadi selama Orde Baru, utamanya dari persoalan Hak Asasi Manusia. Banyak persoalan yang masih belum berujung pangkal hingga sekarang. Dan ini penting untuk terus dikritisi, dan yang lebih penting: tidak boleh dilupakan. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!