Menjerat Perusak Raja Ampat

Nahkoda kapal itu memaksa menjalankan kapal sepanjang 90 meter dalam kondisi laut surut hingga terjebak berputar-putar dan merusak terumbu karang.

Rabu, 15 Mar 2017 00:18 WIB

Mendata kerusakan karang Raja Ampat akibat kandasnya Kapal MV Caledonian Sky

Tim peneliti mendata kerusakan karang akibat kandasnya Kapal MV Caledonian Sky berbendera Bahama di perairan Raja Ampat (foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Gugusan terumbu karang di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat menjadi perhatian dunia. Kawasan karang seluas 13 ribu meter persegi rusak karena ulah manusia. Kapal wisata asing asal Inggris berbendera Bahama menghancurkan kawasan yang dikenal sebagai salah satu gugusan terumbu karang terbaik dunia dan salah satu lokasi tujuan selam tercantik di bumi.

Nahkoda kapal itu memaksa menjalankan kapal sepanjang 90 meter dalam kondisi laut surut hingga terjebak berputar-putar dan merusak terumbu karang. Kapal berpenumpang 100 orang itu harus ditarik dari lokasi menggunakan kapal tunda.

Peristiwa ini menjadi insiden perusakan laut di awal terbesar tahun ini. Juga perusakan terumbu karang pertama di Indonesia oleh kapal pesiar. Kita mendukung rencana pemerintah yang hendak menempuh langkah hukum terhadap tindakan perusakan itu. Meski perusakan tidak disengaja, namun ada unsur kelalaian dan ketidakhati-hatian yang dilanggar - akibatnya keanekaragaman hayati laut Indonesia rusak. 

Pemerintah harus bersikap tegas, menggugat pengelola kapal pesiar tersebut. Pemerintah harus memastikan denda yang dibayarkan pengelola kapal Caledonian Sky itu cukup untuk memulihkan terumbu karang sekaligus kerugian imateriil yang hilang karena proses pemulihan karang, mulai dari terancamnya habitat dan biota laut di sekitarnya akibat rusaknya terumbu karang, hingga potensi turunnya jumlah wisatawan.

Kawasan Raja Ampat dikenal dunia dengan kekayaan dan keindahan biota lautnya. Kawasan ini dikenal sebagai surga tersembunyi di wisata bahari Indonesia timur. Jangan sampai kita biarkan kawasan ini rusak.   

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

Penunjkan Aziz untuk Gantikan Novanto Menuai Kritik

  • Kemensos Dirikan 15 E-Warung untuk Layani Kebutuhan Penerima PKH Cilacap
  • Duterte Minta Perpanjang Masa Darurat Militer di Selatan Filipina
  • Pep Guardiola Tegaskan City Belum Juara

PLN menggenjot pemerataan pasokan listrik dari Indonesia bagian barat hingga Indonesia bagian timur