Jokowi Menjawab Gunarti

Penantian itu berujung kecewa. Mendalam. Gunarti sampai merasa seperti sudah kehilangan Bapak, begitu mendengar jawaban Jokowi. Keduanya lantas meninggalkan Istana tanpa bersalaman dengan Presiden.

Kamis, 23 Mar 2017 00:12 WIB

Ilustrasi: Menolak pabrik semen Kendeng.

Ilustrasi: Menolak pabrik semen Kendeng. (Foto: Antara)

Lebih dari 60 persen masyarakat Indonesia mengaku puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo dalam dua setengah tahun terakhir. Jokowi dinilai berhasil melaksanakan sejumlah program pembangunan. Hasil survei Lembaga Survei Indo Barometer ini dirilis kemarin. Persis di hari yang sama, ada Gunarti, yang menangis tersedu di dekat pilar istana sembari memeluk adiknya, Gunarto.

Kakak beradik ini adalah warga Pegunungan Kendeng, Rembang, Jawa Tengah. Mereka akhirnya bisa bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana kemarin. Gunarti mengaku sempat berbincang sedikit sebentar dengan Presiden Jokowi, menyampaikan protes warga terkait keberadaan pabrik semen PT Semen Indonesia di tempat tinggalnya. Menjawab Gunarti, Jokowi meminta dirinya untuk berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Gunarti sampai harus menjawab: kami sudah melakukan apa pun agar jangan sampai Pak Ganjar mengeluarkan izin.

Penantian itu berujung kecewa. Mendalam. Gunarti sampai merasa seperti sudah kehilangan Bapak, begitu mendengar jawaban Jokowi. Keduanya lantas meninggalkan Istana tanpa bersalaman dengan Presiden. 

Apa yang dilakukan petani Kendeng dengan menyemen kaki, aksi yang lantas diikuti oleh banyak sekali aktivis lainnya, di berbagai kota di Indonesia, seharusnya membuat Pemerintah malu. Baik yang di daerah, maupun yang di pusat. Sebegitu mampetnya kah jalur komunikasi sehingga tak bisa menjawab kegelisahan rakyat? Sebegitu enggannya kah negara menaati putusan Mahkamah Agung yang sudah keluar?

Pak Jokowi, Gunarti kemarin menyerahkan lembaran kertas berisi dua tembang Pangkur ciptaaannya. Ia sebetulnya berharap bisa punya waktu khusus untuk menyanyikan lagu tersebut. Begini cuplikannya:

Pak Jokowi yang mulia,

Dosa apa yang disandang negara ini?

Rakyat yang jadi korban peraturan kebijakan

Menghidupi Ibu Bumi yang disakiti

Ingat dan ingatlah Bapak,  Negara ini negara rakyat 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Apakah anda lelah dengan rutinitas harian anda? Seperti kuliah atau bekerja,dan belum punya waktu atau budget anda terbatas untuk bersenang-senang? Dufan Jawabannya