Narkoba sitaan Kepolisian Denpasar. (KBR/Yulius)

Narkoba sitaan Kepolisian Denpasar. (KBR/Yulius)

Bisnis narkoba sungguh menggiurkan. Omzet pertahun hampir 50 triliun rupiah, bikin orang tergiur - tak peduli risiko ancaman hukuman mati. Bayangkan, ada 4 juta orang di Indonesia yang kini mencandu narkoba. Kepala Kepolisian Indonesia, Badrodin Haiti menyebut setiap tahun kenaikan kasus narkoba hampir 14 persen. Tahun lalu saja kepolisian menetapkan lebih 50 ribu orang sebagai tersangka kasus narkoba. Tak heran separuh lebih penghuni penjara adalah napi narkoba.

Sayangnya kerja keras aparat ini tak sebanding dengan pertumbuhan bisnis haram ini. Dari puluhan ribu kasus yang ditangani, barang bukti yang disita baru mencapai 20 persen. Sebagian besar beredar dan digunakan para pelanggannya.

Sejak 14 tahun silam pemerintah membentuk Badan Narkotika Nasional (BNN). Belasan tahun berdiri, alih-alih narkoba punah, malah terus tumbuh membesar. Karena itulah Kapolri menggagas satuan tugas gabungan (Satgas). Satgas akan mengkoordinasi kerja antarlembaga seperti Kepolisian, TNI, dan Bea Cukai.

Koordinasi penting lantaran penyalahgunaan narkoba menyusup sampai ke aparat, baik sebagai pemakai atau pelindung bisnis. Panglima TNI Gatot Nurmantyo bahkan menjanjikan penghargaan bagi pemimpin di militer yang paling banyak mengungkap anggotanya yang terlibat narkoba. Tenggat pembersihan internal TNI hingga Juni mendatang.

Gayung sudah bersambut. Kuncinya, tak ragu, tanpa pandang bulu sikat habis bisnis narkoba. 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!