Ilustrasi. (KBR)

Ilustrasi. (KBR)

Hari ini dunia merayakan Hari Hutan Internasional. Di bulan ini juga, Riau kembali menyatakan siaga darurat akibat kebakaran hutan dan lahan yang kembali melanda. Dan umlah titik api di Riau menunjukkan tren naik.


Tahun lalu, kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap melanda sebagian wilayah di Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Sementara dua tahun lalu, kerugian akibat kabut asap mencapai 20 triliun rupiah. Sejak lama pula kita tahu ada gejala alam El Nino yang bakal hadir. Dan kita sepertinya tetap tidak siap.


Menko Polhukkam Luhut Panjaitan sudah mengakui bahwa tahun lalu pemerintah melakukan kesalahan. Yaitu lambat menyatakan apabila ada kebakaran hutan. Tahun ini juga, Pemerintah pusat mengancam akan memberhentikan atau mencopot pejabat yang lalai menangani kebakaran hutan dan lahan. Meski sudah ada ancaman begitu pun, Pemerintah Provinsi Riau mengaku pasrah.


Menteri KLHK Siti Nurbaya mengklaim, anggaran untuk atasi kebakaran hutan dan lahan sudah naik dibandingkan tahun lalu. Di saat yang sama, fakta menunjukkan kalau jumlah titik api terus meningkat dan musim hujan diprediksi mundur sampai ke pertengahan April. Karena itu tak ada hal lain yang dilakukan selain bersiap. Tak boleh hanya sekadar siaga, atau melakukan langkah-langkah sekadarnya, tapi harus betul-betul konkrit. Tangkap pelakunya, padamkan titik api yang ada. Jangan tunggu sampai Riau atau daerah lain dibekap asap dulu baru bertindak.


Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!