Mendukung Kemerdekaan Palestina

Konstitusi Indonesia jelas mencantumkan kemerdekaan adalah hak setiap bangsa. Begitu juga untuk Palestina.

Senin, 07 Mar 2016 10:15 WIB

Presiden Joko Widodo menyambut Presiden Pakistan di KTT OKI 2016. (Antara)

Presiden Joko Widodo menyambut Presiden Pakistan di KTT OKI 2016. (Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Di konferensi Organisasi Kerjasama Islam OKI, Indonesia kembali menunjukkan ketegasan sikap soal Palestina. Indonesia terus mendukung perdamaian dan kemerdekaan Palestina, dengan inisiatif apa pun yang bisa dilakukan. Buktinya, Presiden Joko Widodo akan segera mengutus Menteri Luar Negeri ke Ramallah untuk meresmikan Konsul Kehormatan, Maret ini. Bagi Jokowi, ini adalah langkah awal meningkatkan dukungan Indonesia bagi Palestina. Jokowi juga berharap negara-negara Islam bisa berperan lebih banyak dalam proses perdamaian Palestina-Israel.


Negara-negara dunia masih terbelah sikapnya terkait Palestina. Tapi tahun lalu, dunia sudah mencatat sejarah baru untuk Palestina. Bendera Palestina untuk pertama kalinya berkibar di hadapan Majelis Umum PBB.  Sebagai negara pengamat di PBB, bendera Palestina bisa berkibar di forum internasional tersebut.


Hubungan Indonesia dan Palestina memang sudah terjalin lama. Dukungan untuk kemerdekaan Indonesia dimulai dari Palestina, di saat negara-negara lain belum berani memutuskan sikap. Palestina dan Mesir tercatat sebagai negara Timur Tengah pertama yang mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia. Bahkan sebelum kemerdekaan pun, dukungan sudah ada. Seorang saudagar kaya Palestina disebutkan menyerahkan seluruh uangnya sebagai bentuk dukungan untuk perjuangan kemerdekaan Indonesia. Indonesia pun sudah bersuara soal Palestina sejak Presiden Soekarno mendeklarasikan gerakan non-blok tahun 1955. Di situ, Soekarno sudah menunjukkan rasa solidaritas Indonesia terhadap Palestina.


Konstitusi Indonesia jelas mencantumkan kemerdekaan adalah hak setiap bangsa. Begitu juga untuk Palestina. Dukungan mesti terus ditunjukkan Indonesia secara terbuka dalam berbagai kesempatan. Sembari di saat yang sama, terus memastikan secara internal bahwa semua warga negara Indonesia berhak merasakan kemerdekaan yang sama.


Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Pecah Antrian, PT ASDP Merak Pisahkan Kendaraan Pemudik Dengan Kendaraan Niaga

  • Desa Sambirejo Timur Tolak Jenazah Pelaku Teror di Mapolda Sumatera Utara
  • Pengamat: Eks ISIS Harus Direhabilitasi Sebelum Kembali ke Masyarakat
  • Lima Hari Bertugas, Dokter Anestesi Ditemukan Meninggal Dunia

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?