Persuasif

Ini untuk kesekian kalinya penolakan warga dihadapi dengan kekerasan. Korban berjatuhan baik dari warga maupun aktivis pendamping.

Rabu, 10 Jan 2018 09:57 WIB

Ilustrasi: Persuasi

Ilustrasi: Gaya persuasi (Foto: Antara/Fachrurrozi)

Belasan warga dan relewan di Desa Glagah Kulon Progo Yogyakarta terluka akibat kekerasan aparat. Warga bersama para aktivis menolak penggusuran lahan untuk pembangunan bandar udara. Alih-alih menghadapi penolakan dengan musyawarah,  aparat gabungan dari kepolisian, Satpol PP, juga TNI justru menghadapi dengan kekerasan. Tak pandang bulu, ibu-ibu yang turut aksi menolak juga dihadapi dengan kekerasan dan dilecehkan.

Ini untuk kesekian kalinya penolakan warga dihadapi dengan kekerasan. Korban berjatuhan baik dari warga maupun aktivis pendamping. Bulan lalu  Menteri Perhubungan meminta agar konflik lahan bandara itu diselesaikan dengan cara persuasif. Tapi di lapangan bukan cara halus bujukan yang digunakan, justru alat berat dan kepalan tangan yang dikedepankan.

Pemerintah mesti menghentikan pelibatan atau penggunaan aparat untuk menyelesaikan konflik. Apalagi aparat bersenjata punya kecenderungan memilih cara represif dari pada persuasif yang relatif membutuhkan waktu. Penggunaan mediator atau jalur hukum akan lebih elegan.

Dengan mediator, maka tidak ada yang bakal dirugikan dengan pembangunan infrastruktur. Terutama bagi warga yang menggantungkan hidup pada tanah yang mereka garap. Semena-mena menggusur sumber penghidupan tanpa memberi alternatif hanya akan mematikan warga dan memperluas penolakan.  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.