Hari ini kita membuka lembaran baru di kalender 2016. Hari pertama. Hari yang selalu dipenuhi harapan, juga kegembiraan. Ditambah keyakinan bahwa kita bisa membuat segala sesuatu menjadi lebih baik. Ini berlaku untuk diri sendiri maupun untuk lingkup yang lebih besar: kita sebagai Indonesia.


Tahun 2015 menjadi saksi banyak catatan sejarah negeri ini.


Setengah abad peristiwa 1965 di bulan September lalu misalnya bisa membuat kita banyak belajar tentang bagaimana kita menyikapi sejarah. Bagaimana kita harus bersikap terhadap lembaran kelam sejarah bangsa ini di masa lalu. Bagaimana kita bisa mencoba memperbaiki, memaafkan dan bergerak maju ke pemulihan hak para korban 1965. Dan seperti yang kita sudah sama-sama lihat, ini tak mudah.


Yang tak mudah juga kita hadapi adalah kebakaran hutan. Kerugian triliunan rupiah masih harus ditanggung generasi mendatang di tanah air. Kepiluan bertambah lagi setelah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kalah ketika bersidang melawan PT Bumi Mekar Hijau di Pengadilan Negeri Palembang. Gugatan yang diajukan Kementerian untuk meminta ganti rugi Rp 7,8 triliun atas ganti rugi kebakarna hutan ditolak. Padahal dasarnya sudah jelas: ada kebakaran hutan seluas 20 ribu hektar pada lahan Hutan Tanam Industri di wilayah Kabupaten OKI yang dikuasai perusahaan tersebut.


Kekalahan ini adalah kekalahan bumi. Kita mesti mendorong supaya bumi tidak makin kalah dengan memastikan tak boleh lagi kalah terhadap kebakaran hutan. Baik di persidangan, maupun di hutan betulan. Bumi yang kita punya hanya satu dan itu untuk selamanya. Pasca pertemuan COP21 di Paris, kita seperti diberi kesempatan lagi oleh bumi untuk menjaganya sebaik mungkin. Di dalam negeri, kita juga mesti terus mendorong penggunaan energi terbarukan yang ramah lingkungan.


Lembaran baru di 2016 ini milik kita semua. Hari pertama boleh saja kita berpesta, 364 hari lainnya harus diisi dengan kerja keras. Merawat Indonesia yang beragam, menjaga bumi yang kaya, sekaligus memastikan dinamika masyarakat kita bergerak ke arah yang lebih positif.


Selamat Tahun Baru 2016 untuk kita semua.  

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!