Ilustrasi.

Ilustrasi.

PEMERINTAH akhirnya mengambil langkah hati-hati terkait dengan rencana memungut potongan harga dari masyarakat konsumen bahan bakar minyak atau BBM subsidi jenis premium dan solar. Rencana pungutan ditunda, hingga mendapat persetujuan dari DPR. 

Artinya, mulai hari ini masyarakat bisa menikmati harga baru bahan bakar minyak atau BBM subsidi tanpa potongan. Harga premium turun Rp350 rupiah dan harga solar turun sekitar Rp1000 dari harga sebelumnya.

Akhir Desember lalu, pemerintah melontarkan rencana memungut beberapa ratus rupiah dari harga BBM yang dibeli masyarakat. Dana pungutan itu sedianya untuk Dana Ketahanan Energi, yaitu untuk pembangunan infrastruktur energi terbarukan. Rencana ini pun mengundang reaksi dan kritik dari publik. Juga DPR.

Berdasarkan aturan perundang-undangan, pemerintah tidak diperbolehkan mengutip dana dari masyarakat untuk pengembangan energi terbarukan, melainkan harus menggunakan APBN. Sementara pembahasan APBN susulan melalui APBN Perubahan harus menunggu beberapa bulan lagi. 

Karena itu beruntung pemerintah membatalkan rencana itu. 

Sudah saatnya pemerintah menghindari konflik dengan DPR. Kita berharap tahun ini tidak ada lagi benturan adu kuat antara pemerintah dan DPR, juga polemik dan kontroversi yang menyita energi. Apalagi hubungan Koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesia Hebat yang semula beku sudah mencair kembali. 

Presiden Joko Widodo sudah mencanangkan tahun ini sebagai tahun percepatan kerja. Kinerja pemerintah tahun lalu masih terhitung lamban, dan karena itu dipercepat. Publik yakin, kelambanan kinerja itu salah satunya disebabkan karena memanasnya hubungan pemerintah dan DPR. 

Publik boleh berharap, turunnya harga BBM di awal tahun ini memberi optimisme baru kebangkitan ekonomi Indonesia. Dengan harga BBM turun, diharapkan inflasi turun, daya beli masyarakat menguat dan masyarakat bisa menyambut zona perdagangan bebas ASEAN dengan lebih nyaman. 

Ketika pemerintah meredakan ketegangan dengan DPR, kita juga berharap DPR mengurangi tensi saat berhadapan dengan pemerintah. Jangan sampai optimisme awal tahun runtuh karena kepentingan politik.  


Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!