bencana, bmkg, bnpb, lingkungan, banjir

Tahun baru biasanya memunculkan harapan baru. Harapan hidup yang lebih baik. Lebih tinggi. Seperti ketika orang beramai membakar kembang api dan membumbung tinggi ke angkasa. Begitu juga tahun ini.

Tapi jangan terlalu lena dengan harapan-harapan saja. Karena ada banyak tantangan yang mau tidak mau harus dihadapi, dalam waktu dekat ini.

Otoritas pemantau cuaca BMKG sudah mengingatkan kita, Januari dan Februari merupakan puncak musim hujan. Lalu Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB pun memperingatkan daerah-daerah agar bersiap menghadapi bencana alam seperti banjir dan longsor.

Dari 300-an zona musim di Indonesia, sudah 90 persen lebih masuk musim hujan. Ini mesti diwaspadai, juga diantisipasi. Tidak hanya oleh pemerintah, tapi juga oleh setiap orang.

Selama bertahun-tahun, mayoritas wilayah Indonesia seperti tidak beranjak dari masalah yang sama: banjir saat hujan, kering saat kemarau. Sebagian pemerintah daerah dan masyarakat sepertinya belum memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan dan mengantisipasi bencana.

Memang sudah banyak pemerintah daerah dan warga yang punya kesadaran tinggi menjaga lingkungan masing-masing. Tapi masih banyak juga yang tak peduli. Pemerintah daerah tidak memiliki kebijakan ramah lingkungan dan mendukung mitigasi bencana. Begitu juga masih banyak warga yang abai, bertindak semaunya, dalam memperlakukan lingkungan. (Baca: 6 Daerah di Jabar Alami Bencana Banjir)

Kita ingin saling mengingatkan bahwa banyak perilaku yang justru mengancam diri sendiri dan orang lain. Buang sampah semaunya hingga menyumbat saluran air, mengotori sungai, sembarangan membeton lahan, enggan membuat sumur resapan tapi seenaknya menyedot air tanah, malas menanam pohon, dan sebagainya. Umumnya kita baru berteriak panik dan jika bencana datang.

Di musim hujan ini mari kita perbaiki perilaku kita. Lebih bijak menghadapi musim hujan. Biasakan buang sampah di tempatnya, bersihkan selokan supaya tak tersumbat, buat resapan air, dan manfaatkan air hujan untuk keperluan mandi cuci kakus atau MCK, atau untuk mencuci kendaraan bermotor. Hemat air tanah. Jangan buang air hujan sia-sia.

Di RT, RW, pengelola atau pengembang perumahan juga harus giat mengadakan pembersihan jalur-jalur air. Juga menyiapkan jalur evakuasi yang aman dan mendata tempat-tempat yang bisa dijadikan pengungsian. Catat dan bagikan informasi penting siaga bencana kepada warga, termasuk nomor-nomor darurat. Ingat, kita akan membayar mahal jika tak mengantisipasi bencana.

Mari kita sambut tahun baru 2015 dengan penuh harapan, namun tetap dengan penuh waspada bencana.

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!