Pengetahuan Bencana

Dengan bekal pengetahuan yang cukup, maka warga bisa menyelamatkan diri sendiri. Tantangan di masa sekarang adalah supaya kita jangan termakan informasi hoax.

Senin, 18 Des 2017 05:13 WIB

Warga Tasikmalaya membersihkan puing rumahnya akibat gempa.

Gempa bumi berkekuatan 6,9 skala richter, mengakibatkan 21 rumah milik warga di Kota Tasikmalaya rusak sedang dan ambruk serta satu orang meninggal dan satu orang luka-luka. (Foto: AntaraAdeng Bustomi)

Hari-hari ini, warga Jawa Barat bakal masih harus waspada.  Setelah gempa kuat mengguncang Jumat tengah malam lalu, belasan gempa susulan tercatat setelahnya. Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan tsunami, meski akhirnya dicabut.

Indonesia memang terletak di wilayah Cincin Api - punya jumlah gunung berapi terbanyak di dunia, dengan 17 di antaranya yang masih aktif. Indonesia juga terletak di pertemuan empat lempeng tektonik. Di bagian Selatan dan Timur Indonesia juga ada sabuk vulkanik yang memanjang dari Pulau Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara dan Sulawesi. Ini membuat Indonesia rawan bencana.

Karenanya, pengetahuan akan pertanda bencana dan langkah mitigasi mesti diketahui oleh semua warga. Pengalaman tsunami di Aceh pada 2004 dan Pangandaran 2006 mengajarkan banyak soal ciri-ciri tsunami serta tindakan penyelamatan diri ke tempat tinggi. Dengan bekal pengetahuan yang cukup, maka warga bisa menyelamatkan diri sendiri. Tantangan di masa sekarang adalah supaya kita jangan termakan informasi hoax. 

Catatan penting dari gempa kali ini adalah fakta bahwa 22 pelampung atau buoy tsunami tidak ada yang berfungsi. Dan ini sudah sejak lima tahun lalu. Karena tiada buoy, petugas BMKG mesti mendeteksi ada atau tidaknya tsunami dengan pengamatan manual. Padahal dengan pelampung itu, pengamatan bisa lebih cepat dan akurat. Sebagai negara dengan aneka bencana yang mengintai setiap saat, peralatan yang berfungsi baik adalah suatu keharusan. Tanpa itu, warga akan berada dalam bahaya dan negara tidak memberikan perlindungan memadai yang seharusnya.  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.