Terus Merawat Indonesia

Kita sebagai warga juga perlu terus menjaga supaya situasi tetap adem, supaya kita tak mudah terprovokasi, termasuk di dunia maya.

Senin, 07 Nov 2016 09:18 WIB

Jokowi menyambut para ulama

Presiden Joko Widodo berjabat tangan dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (kedua kiri) dan sejumlah undangan lainnya sebelum melakukan pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (1/11). (


Basuki Tjahaja Purnama memastikan bakal penuhi panggilan Bareskrim Polri hari ini.  Ini terkait dugaan penistaan agama yang ditudingkan kepada Ahok. Polisi bahkan siap lakukan gelar perkara kasus ini secara terbuka -  meski untuk ini polisi mesti ekstra hati-hati mengingat nuansa politis kasus ini sangat kental.

Sesuai instruksi Presiden Joko Widodo, kasus Ahok akan diselesaikan dengan cepat, tegas dan transparan. Tapi PR yang lebih penting bagi bangsa ini adalah merekatkan kembali persatuan kita sebagai bangsa, pasca demo 4 November. Malam itu, tegang dan cemas campur aduk melihat massa berhadapan dengan polisi. Apakah peristiwa 98 akan terulang? Apakah masyarakat bakal terpecah? Apakah kita akan memasuki situasi yang kacau, lagi?

Beruntung situasi segera terkendali. Presiden Joko Widodo akan menggandeng ulama untuk menyejukkan suasana pasca demo. Kementerian Agama mendahului dengan melakukan gerak jalan kerukunan, sebagai upaya mengingatkan identitas kita sebagai bangsa yang beragam.

Dalam beberapa waktu mendatang, situasi politik masih akan berlangsung dinamis. Presiden Jokowi sudah menyebut ada aktor politik yang menunggangi demo kemarin – dan ini perlu terus ditindaklanjuti. Kita sebagai warga juga perlu terus menjaga supaya situasi tetap adem, supaya kita tak mudah terprovokasi, termasuk di dunia maya. Keberagaman bangsa ini jangan sampai digerus perbedaan-perbedaan. Kita pun tak boleh lelah mengingatkan betapa keberagaman adalah harta tak ternilai untuk bangsa Indonesia.

Kita perlu terus merawat Indonesia, demi kita. 

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".