Jalan longsor

Jalan longsor di Tasikmalaya, Jawa Barat (foto: Antara)


Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menuding rusaknya daerah aliran sungai Cimanuk sebagai penyebab bencana banjir bandang di Garut, Jawa Barat. Kata BNPB, pinggiran sungai sudah banyak yang berubah fungsi sehingga terjadi pendangkalan. Akibatnya saat debit air meningkat drastis, langsung meluber ke daerah pinggiran sungai. Kebalikannya saat kemarau sungai cepat mengering. 

Penyebab serupa juga membuat banjir di Cilacap, Jawa Tengah.  Kata Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacapo di sejumlah pintu air muncul daratan akibat sedimentasi. Pendakalan juga muncul di lokasi-lokasi yang tadinya merupakan palung. Pendangkalan sungai mengakibatkan banjir di sejumlah kecamatan sudah hampir sepekan ini tak juga surut. Akibatnya ratusan orang terpaksa bertahan di pengungsian.

Jauh hari sejumlah organisasi sudah mengingatkan untuk mewaspadai pendangkalan sungai. Di antaranya Forum Jabar Selatan yang sudah 6 tahun lalu mengingatkan pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperhatikan peralihan fungsi lahan. Daya dukung sungai Cimanuk turun lantaran di hulu terjadi perubahan fungsi besar-besaran. Dari menjadi permukiman sampai pergantian jenis tanaman. Semula tanaman di sana berbasis vegetasi lantas berubah menjadi tanaman sayur. Forum menuding perubahan itu mendapat restu perusahaan daerah.

Peringatan senada tahun lalu juga sudah disuarakan Badan Pekerja Kongres Sungai Indonesia. Mereka telah merekomendasikan perbaikan tata kelola sumber daya air, sungai dan kawasan. Caranya dengan bergandengan tangan dengan semua pemangku kepentingan terhadap sungai. Dari mulai pemerintah, masyarakat, organisasi lingkungan sampai perguruan tinggi. Sayangnya rekomendasi tak digubris, instansi terkait berjalan sendiri-sendiri.

Sepatutnya pemerintah segera belajar dari bencana banjir di Garut juga di daerah lain. Sejumlah rekomendasi selayaknya dikaji, lalu diterapkan segera. Mencegah jauh lebih baik - agar tak jatuh korban jiwa, agar tak ada lagi banjir yang membuat ribuan orang terpaksa  harus mengungsi. 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!