Pramuka

Di awal video itu jelas saat ditanya alasan kehadirannya, Adhyaksa menegaskan karena hadis yang menyebut soal kilafah. Hadis inilah yang kerap digunakan HTI.

Selasa, 15 Agus 2017 05:51 WIB

Deklarasi tekad Pramuka sebagai perekat NKRI.

Deklarasi tekad Pramuka sebagai perekat NKRI. (Foto: Antara/Moch Asim).

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Satyaku kudarmakan, darmaku kubaktikan, agar jaya Indonesia. Kutipan lagu himne itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat hadir dalam peringatan Hari Pramuka ke-56. Presiden mengingatkan tentang kecintaan pada tanah air dan bangsa.  Dia meminta Pramuka jadi patriot bangsa yang menghayati dan mengamalkan Pancasila dan turut menjaga kebhinnekaan.

Barangkali bukan maksud Presiden untuk menyindir, tapi pidato itu seolah menyentil Ketua Kwartir Nasional  Adhyaksa Dault tentang pentingnya menjaga keutuhan bangsa. Awal Mei lalu bekas Menteri Pemuda dan Olahraga itu sampai mengunggah video klarifikasinya karena hadir dalam acara akbar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Gelora Bung Karno pada 4 tahun silam.

Melalui tayangan berjudul “Saya tolak semua gerakan yang ingin mengganti Pancasila dan NKRI” di Youtube,  Adhyaksa menjelaskan rekam jejaknya yang, kata dia, sangat Pancasilais. Mulai dari saat mahasiswa, ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)  sampai menjadi menteri.  Dia berdalih kehadirannya karena memenuhi undangan dan mengira HTI adalah gerakan dakwah.  

Adhyaksa boleh saja berdalih hanya menerima undangan, tapi video menunjukkan pandangannya atas ideologi yang diusung HTI. Di awal video itu jelas saat ditanya alasan kehadirannya,  Adhyaksa menegaskan karena hadis yang menyebut soal kilafah. Hadis inilah yang kerap digunakan HTI tentang akan datang kembali sistem pemerintahan yang sesuai dengan manhaj kenabian.  

Adhyaksa menyatakan telah memberikan klarifikasi langsung kepada Presiden Jokowi saat bertemu di Istana pekan lalu. Tapi klarifikasi itu tak menghilangkan rekam jejak digital pandangannya terhadap organisasi yang sudah dibubarkan pemerintah itu.  Sepatutnya Adhyaksa mengklarifikasi juga pandangannya terkait kilafah ala HTI. Bila sudah tak seperti itu, maka kita bisa berharap pesan Jokowi akan berjalan. Pramuka  menjadi patriot bangsa yang menjaga Pancasila dan kebhinnekaan. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Tanggal 23 Juli nanti kita akan merayakan Hari Anak Nasional. Peringatan ini diharapkan bisa menjadi pengingat bahwa masih banyak persoalan yang dihadapi anak Indonesia.