Ceramah Ramadhan

Islam tidak mengajarkan teror atau ujaran kebencian, melarang membunuh atau menyakiti orang lain.

Rabu, 16 Mei 2018 05:31 WIB

Memantau hilal di Aceh

Petugas Kementerian Agama Provinsi Aceh memantau hilal penetapan jadwal puasa 2018 di pesisir pantai Lhoknga, Aceh Besar (Foto: Antara/Irwansyah Putra).

Pemerintah menetapkan awal bulan puasa atau Ramadan tahun ini jatuh pada Kamis besok. Ramadan merupakan bulan mulia bagi umat Islam di penjuru dunia. Bulan di mana umat menyucikan diri, meningkatkan keimanan kepada Tuhan dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama manusia.

Selama Ramadan, biasanya umat Islam mendapatkan banyak pencerahan, ilmu agama atau nasihat dari para tokoh, ustaz, kiai, mubalig dan lain-lain. Setiap datang bulan Ramadan, banyak tokoh agama memberikan petuah melalui berbagai medium. Mimbar-mimbar masjid, kolom surat kabar, hingga radio dan televisi bakal mengisi hari-hari mendatang dengan ceramah para tokoh.

Kata Islam bermakna perdamaian, keselamatan, kasih sayang, kemanusiaan dan kepedulian. Itulah nilai-nilai universal tertinggi yang disebarkan Nabi Muhammad. Islam tidak mengajarkan teror atau ujaran kebencian, melarang membunuh atau menyakiti orang lain. Nilai-nilai itulah yang mestinya dijadikan pegangan oleh para tokoh agama ketika memberikan ceramah, terutama di bulan Ramadan ini.

Karena itu, kita mendukung imbauan dari pemerintah maupun para tokoh agama agar ceramah-ceramah agama di masjid atau di tempat mana pun diisi dengan kesejukan, bukan malah menyebarkan paham radikal atau ujaran kebencian. Apalagi pekan ini Indonesia kembali diguncang teror bom dari kelompok jaringan teroris.

Pengaruh ceramah agama dalam mempengaruhi umat tidak bisa diabaikan. Apalagi, salah seorang pelaku bom Bali I, Ali Imron pernah mengaku ceramahnya bisa mempengaruhi orang untuk menjadi teroris hanya dalam waktu 24 jam saja.

Indonesia belum aman dari ancaman kelompok radikal dan teroris. Bentengnya ada di masjid-masjid, tempat-tempat ibadah, mimbar-mimbar ceramah dan para tokoh yang berani menghadang paham radikal dengan tausiah damai dan menyejukkan. Jangan beri panggung terhadap orang-orang yang ingin menyebarkan paham kebencian. Terlebih selama bulan Ramadan.

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sedang melaksanakan Program Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai (PRKC). Program ini sudah dimulai sejak Desember 2016 hingga saat ini.