Hari Bumi

Uji coba kantong plastik berbayar yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dua tahun lalu sebetulnya menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan: ada pengurangan kantong plastik rata-rata 55%.

Senin, 23 Apr 2018 11:06 WIB

Aksi teatrikal memperingati Hari Bumi Internasional

Aksi teatrikal memperingati Hari Bumi Internasional di Bunderan HI (Foto: Antara/Dhemas Reviyanto)

Setiap hari harusnya jadi Hari Bumi - tak hanya di tanggal 22 April. Selama kita masih hidup dan menggantungkan diri pada bumi, selama itu pula kita berutang besar padanya. Termasuk dengan tidak menyampah plastik di planet tempat kita tinggal ini.

Plastik adalah penemuan penting bagi kehidupan manusia. Dari bangun tidur sampai tidur lagi, tak terhitung besarnya persinggungan kita dengan plastik. Saking seringnya sampai kita tak benar-benar memperhatikan banyaknya plastik yang kita pakai atau jadi sampah. Peringatan Hari Bumi tahun ini mengingatkan kita untuk mulai menghitung berapa banyak plastik yang kita konsumsi sepanjang tahun. Lantas berikrar untuk mengurangi jumlah itu.

Jangan lupa kalau plastik berdampak buruk pada manusia, hewan, sekaligus mencemari air dan tanah. Plastik banyak berakhir di tempat pembuangan sampah, menyumbat saluran akhir, dan ujung-ujungnya mengotori lautan. Tidak perlu saling tunjuk siapa yang paling bersalah; kita semua bersalah soal ini.

Uji coba kantong plastik berbayar yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dua tahun lalu sebetulnya menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan: ada pengurangan kantong plastik rata-rata 55%. Artinya, mulai ada kesadaran di tengah publik akan bahaya sampah plastik. 

Pemkot Balikpapan bulan Juli nanti akan melarang penggunaan kantong plastik di pasar swalayan dan mal; setelah diawali oleh Banjarmasin. Pemerintah perlu memberi dorongan lebih kuat dengan memberlakukan cukai terhadap plastik per Juli nanti. Menaikkan cukai untuk plastik ibarat merengkuh dayung dan menempuh dua tiga pulau sekaligus - menambah pendapatan negara, mengurangi penggunaan plastik kresek serta mendorong produksi plastik ramah lingkungan. Bumi butuh kita sebesar kita butuh bumi.  

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".