Siapa di Balik MCA?

Beberapa tokoh sudah bersuara mendukung Polri dan mengecam aktivitas MCA. Meski ada juga yang menuduh Polri menyudutkan Islam karena pencantuman kata Muslim dalam MCA.

Rabu, 07 Mar 2018 05:49 WIB

Anggota MCA Ditangkap Tim Cyber Polri

Tim Siber Bareskrim Mabes Polri menangkap anggota grup WhatsApp The Family Muslim Cyber Army (MCA) dan tersangka kasus ujaran kebencian/SARA. (Foto: Antara/Reno Esnir)

Siapa di balik kelompok Muslim Cyber Army atau MCA? Pertanyaan itu kemungkinan muncul di benak banyak orang. 

Markas Besar Kepolisian belakangan gencar menangkap sejumlah orang yang disebut terlibat dalam kelompok MCA. Kelompok ini dianggap melakukan kejahatan dengan menyebar fitnah dan berita bohong atau hoaks melalui media sosial. Konseptor MCA bahkan diburu hingga Korea Selatan. 

Penangkapan itu mengingatkan kita pada kelompok Saracen, yang menggegerkan publik pada Pilkada 2017 lalu. Saracen juga bermain-main dengan fitnah dan hoaks. 

Beberapa tokoh sudah bersuara mendukung Polri dan mengecam aktivitas MCA. Meski ada juga yang menuduh Polri menyudutkan Islam karena pencantuman kata Muslim dalam MCA. 

Kapolri Tito Karnavian pada pekan lalu menjanjikan akan segera membeberkan siapa penyandang dana maupun otak di balik kelompok MCA. 

Publik jelas menunggu janji itu. Isu MCA telah menyita perhatian publik, hingga Presiden Joko Widodo pun meminta Polri mengusut tuntas kelompok ini yang dianggap bisa mengganggu negara. 

Di sisi lain ada masyarakat yang tidak percaya bahwa para tersangka MCA itu adalah dari kelompok MCA yang selama ini dekat dengan salah satu partai politik atau ormas keagamaan tertentu. Ada yang menganggap MCA yang ini adalah rekayasa polisi. 

Maka, tugas Polri adalah membeberkan dengan gamblang siapa MCA itu, agar tidak menimbulkan kebingungan dan keraguan. 

Apapun motifnya, Saracen atau kelompok yang disebut MCA ini telah membuat agenda politik seperti Pilkada menjadi ajang penyebaran kebencian. Dan itu tidak boleh dibiarkan. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.