Kita Bisa, Saya Bisa

Sepertiga kasus kanker bisa dicegah. Mengurangi faktor risiko dan pola makan bisa menyelamatkan orang dari penyakit kanker. Bahwa deteksi dini kanker berperan sangat penting dalam proses penyembuhan.

Senin, 06 Feb 2017 07:52 WIB

Ilustrasi: we can i can

Ilustrasi: hari kanker sedunia

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Akhir pekan lalu, dunia memperingati Hari Kanker Internasional. Tema yang diangkat adalah ‘we can, I can’ atau ‘kita bisa, saya bisa’. Slogan ini dimaksudkan untuk mendorong setiap orang untuk berpartisipasi dalam rangka mengurangi dampak akibat kanker.

Kanker adalah salah satu penyakit yang paling ditakuti. Berat penyakitnya, berat pula biaya berobatnya. Angka kematian akibat kanker pun terus meningkat di seluruh dunia. Pada 2012, kanker jadi penyebab utama kematian di seluruh dunia. Lebih dari separuh kasus kanker terjadi di negara berkembang. Sementara itu Badan Kesehatan Dunia, WHO, menyebut ada peningkatan jumlah kasus yang signifikan sampai tahun 2015 lalu.

Sedikitnya sekali setahun, pada 4 Februari di peringatan Hari Kanker, kita saling mengingatkan soal penyakit kanker. Bahwa sepertiga kasus kanker bisa dicegah. Bahwa mengurangi faktor risiko dan pola makan bisa menyelamatkan orang dari penyakit kanker. Bahwa deteksi dini kanker berperan sangat penting dalam proses penyembuhan.

Riset Kesehatan Dasar dari Kementerian Kesehatan melansir, pada 2013 lalu, ada 1,4 orang dari seribu penduduk Indonesia terkena kanker. Menurut Badan Kesehatan Dunia, pada 2030 akan terjadi lonjakan pasien kanker di Indonesia, sampai tujuh kali lipat. Itu bakal terjadi jika kita tidak melakukan apa pun. Setidaknya, lakukanlah untuk Anda sendiri: pola hidup sehat.  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Tanggal 23 Juli nanti kita akan merayakan Hari Anak Nasional. Peringatan ini diharapkan bisa menjadi pengingat bahwa masih banyak persoalan yang dihadapi anak Indonesia.