Persiba Balikpapan Minta PSSI Degradasi Persib Bandung ke Liga 2

Pada menit ke-83, wasit Evans Shaun Robert menghentikan pertandingan karena menganggap Persib tidak mau melanjutkan pertandingan. Dalam pertandingan itu Persib memang kecewa dengan kepemimpinan wasit.

Senin, 06 Nov 2017 14:38 WIB

Pemain Persib Bandung mengungkapkan kekecewaannya dalam pertandingan melawan Persija Jakarta di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Jumat (3/11/2017). (Foto: ANTARA/Mohammad Ayudha)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Balikpapan – Klub sepakbola Persiba Balikpapan meminta induk organisasi sepakbola PSSI bersikap tegas dengan menjatuhkan sanksi bagi klub Persib Bandung, karena mogok bertanding di tengah jalan saat menghadapi Persija Jakarta. 

Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Manahan Solo, Sabtu 4 November 2017 tersebut, Persib Bandung kalah dengan skor 1-0 atas Persija Jakarta. Namun pertandingan tidak berjalan utuh selama waktu normal 90 menit. 

Pada menit ke-83, wasit Evans Shaun Robert menghentikan pertandingan karena menganggap Persib tidak mau melanjutkan pertandingan. Dalam pertandingan itu Persib memang kecewa dengan kepemimpinan wasit asal Australia itu karena membatalkan gol Ecezhiel Ndousel di menit 27.

Sekretaris Umum Persiba Balikpapan Irfan Taufik mengatakan berdasarkan aturan yang disepakati bersama di kompetisi Liga 1 2017, klub yang tidak melanjutkan pertandingan otomatis poinnya hilang dan degradasi.

Irfan merujuk pada regulasi Liga 1 pasal 13 ayat 1 poin A serta pasal 13 ayat 2 poin A, mengenai konsekuensi hukum bagi klub yang tidak melanjutkan pertandingan hingga usai.

Menurut Irfan, berdasarkan peraturan itu maka seharusnya Persib Bandung saat ini berada di dasar klasemen sementara Liga 1 2017, karena seluruh poin dan gol yang diciptakan dalam pertandingan di kompetisi Liga 1 tidak sah. 

"Di regulasi yang kita sepakati bersama, peserta klub Liga 1 2017 di Pasal 13 ayat 1 poin C kemudian Pasal 13 ayat 2 poin A itu sudah jelas. Klub yang mengundurkan diri dari pertandingan dan tidak melanjutkan pertandingan maka punya konsekuensi hukum. Konsekwensinya seluruh pertandingan yang telah dilaksanakan dianggap tidak sah," kata Irfan Taufik, di Balikpapan, Senin (6/11/2017).

Irfan Taufik menambahkan, jika PSSI tidak bertindak tegas menjatuhkan sanksi bagi Persib Bandung dengan cara mendegradasi Persib ke Liga 2 pada musim 2018, maka klub lain akan mengajukan protes dan PSSI akan kembali kisruh karena tidak menegakkan aturan.

Sementara itu, klub Persib Bandung menegaskan tidak berniat mengundurkan diri di laga yang tersisa tujuh menit dari waktu normal. 

Asisten Pelatih Persib Bandung, Herrie Setyawan mengatakan pada menit ke-83, para bemain berkumpul di pinggir lapangan karena tim pelatih sedang memberikan instruksi kepada para pemain. Saat itu Persib dalam kondisi dengan 10 pemain pasca Vladimir Vujovic dikartu merah wasit. Namun tiba-tiba wasit memutuskan mengakhiri pertandingan.

"Kami tidak meminta untuk mundur dari pertandingan. Wasit yang memutuskan secara sepihak dengan langsung mengakhiri pertandingan tanpa berkomunikasi dulu dengan kami. Terus terang, saya kaget karena pada saat itu saya tengah memberikan instruksi kepada para pemain setelah Vladimir di kartu merah," kata Herrie.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.