Berkenalan dengan Aplikasi Halal Local

"Jadi dengan aplikasi ini memang benar-benar menginformasikan bahwa restoran ini halal, atau semi-halal."

Senin, 25 Jun 2018 12:56 WIB

Ilustrasi. (Foto: KBR)

ARTIKEL TERKAIT

KBR, Jakarta - Bagaimana libur Lebaran Anda, bulan ini? Menyenangkan atau masih menyisakan lelah? Apapun itu, setidaknya sudah ada jeda di antara rutinitas harian lah ya.

Tentu, pelesir tidak hanya saat Lebaran kemarin saja, sebab sisa cuti atau libur sekolah juga masih menanti. Kalau tak pulang ke kampung halaman, sebagian orang kadang memilih untuk melancong ke luar negeri. Ada pula yang lebih senang mengisi waktu liburan untuk menjelajah keliling Indonesia.

Nurma Larasati menangkap kegandrungan--terutama di kalangan anak muda--untuk bervakansi. Tapi kata dia, di tengah kegiatan melancong itu kadangkala traveler yang beragama Islam kerap menemukan masalah.

Salah satu yang sering jadi soal adalah cari masjid, musala juga makanan halal. Apalagi kalau di luar negeri sih. Biasanya, suka bingung menentukan kiblat--bagi yang muslim. Atau juga, sulit menemukan makanan yang pas buat. Sudah pula tanya sana-sini, tapi masih juga tidak sreg.

"Anak muda kan suka jalan-jalan, dan kepedulian orang terhadap sesuatu yang halal sudah lebih bagus. Jadi dengan aplikasi ini memang benar-benar menginformasikan bahwa restoran ini halal, atau semi-halal," kata Nurma kepada Anan Prananca dan Don Brady di program "KBR Pagi".

Itulah yang kemudian membawa Nurma berinisiatif membuat aplikasi 'Halal Local'. Aplikasi di bawah naungan PT Astrajingga Inovasi Digital itu bertujuan memudahkan muslim traveler yang jalan-jalan ke luar negeri atau, muslim traveler mancanegara yang bertandang ke Indonesia.

"Ada sistem verifikasi/sertifikasi apakah restoran itu diklaim halal karena pemiliknya muslim atau sifatnya hanya vegetarian yang semi-halal," ungkap Chief Technology Officer PT Astrajingga Inovasi Digital tersebut.

Penggunanya, menurut Nurma, akan lebih mudah menemukan tempat ibadah, restoran halal, akomodasi, hingga pemandu wisata.

Baca juga:

Ia pun bercerita, awal mula ide membuat aplikasi tersebut muncul pada 2016 lalu. Kala itu ia mulai melihat Indonesia menjadi best halal Tourism Destination di ajang World Halal Tourism Award 2016. Lombok adalah daerah yang terpilih sebagai pemenang. Nurma, menangkap peluang lewat aplikasi Halal Local yang digagasnya. Ia memperkirakan sektor wisata bisa meraup 10-20 persen pasar secara global.

Daftar pengguna aplikasi Halal Local, kata Nurma, sudah meliputi India, Hongkong, Jepang, Korea, Inggris, Malaysia, Singapura dan Indonesia.

"Saat ini sudah ada 700 orang yang menggunakan aplikasi ini, dan saya yakin ke depannya akan bertambah. Database yang dimiliki juga sudah skala internasional," tambahnya optimistis.

Nah, jika tertarik menggunakan aplikasi ini, Anda bisa mengunduhnya melalui Google Playstore dan Appstore. Kata Nurma, Halal Local juga berencana menyediakan diskon untuk paket travel dan umroh. Sebab ia kini tengah menjajaki kerja sama dengan pihak lain.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.