[Advertorial] Pasca Gempa NTB Bandara Lombok Praya Beroperasi 24 Jam Selama 3 Hari

Penambahan penerbangan (extra flight) diberikan kepada maskapai berdasarkan hasil koordinasi dengan AirNav Indonesia dan disesuaikan dengan perhitungan kapasitas bandara.

Rabu, 08 Agus 2018 17:03 WIB

foto: Angkasa Pura 1

PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Lombok Praya mengoperasikan bandara selama 24 jam pada Senin (6/8) hingga Kamis (9/8) untuk mendukung operasi bantuan kemanusiaan untuk korban gempa NTB. Selain itu, pengoperasian bandara selama 24 jam ini juga untuk memfasilitasi banyaknya permintaan extra flight.

"Dengan adanya quick response dari masyarakat dan pemerintah untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban gempa NTB dan banyaknya permintaan extra flight, maka Angkasa Pura I menambah jam operasional menjadi 24 jam dari yang tadinya hanya beroperasi 18 jam dari pukul 06.00 - 24.00. Terkait penambahan waktu operasi ini, kami juga memberikan prioritas pada pesawat pengangkut bantuan kemanusiaan," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi.

Penambahan penerbangan (extra flight) diberikan kepada maskapai berdasarkan hasil koordinasi dengan AirNav Indonesia dan disesuaikan dengan perhitungan kapasitas bandara.

"Dalam hal ini kami telah berkordinasi dengan berbagai pihak untuk turut membantu dan memulihkan kondisi daerah pasca gempa. Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi tertinggi kepada manajemen, staf, serta stakeholder yang ada di Bandara Lombok Praya atas dedikasinya dalam menangani pelayanan bantuan kemanusiaan," lanjut Faik Fahmi.

Seluruh penumpang yang akan terbang dari dan menuju Lombok, diharapkan untuk terus memantau status penerbangan melalui pihak maskapai. Selain itu bisa juga mengikuti perkembangan status operasional bandara terkini dengan menghubungi layanan Contact Center Angkasa Pura I di nomor 172 atau Twitter @AngkasaPura172.

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".