Speaker First, Band Asia Pertama yang Tampil di Woodstock Festival

Band dengan personil Mahattir Alkatiry (vokal), Beny dan Bony Barnaby (gitar) serta Daud (additional drum) ini bakal tampil dengan 12 lagu.

Jumat, 28 Jul 2017 14:00 WIB

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Band asal Bandung, Speaker First, jadi band Asia pertama yang diundang untuk tampil di salah satu festival musik bergengsi dunia, Woodstock Festival, yang rencananya akan digelar di Polandia pada awal Agustus 2017 mendatang.

Rencananya, band dengan personil Mahattir Alkatiry (vokal), Beny dan Bony Barnaby (gitar) serta Daud (additional drum) ini bakal tampil dengan 12 lagu, termasuk diantaranya "The Anthem" dan "Break My Soul", dua lagu andalan mereka yang mendapat sambutan baik ketika dirilis di Amerika.

Sebelum berangkat ke Polandia, yuk dengerin obrolan Vokalis Speaker First, Mahattir Alkatiry di KBR pagi bersama Hilbram Dunar dan Adit Insomnia di #KBRPagi, Jumat(28/7/2017). Gimana sih rasanya jadi band Asia pertama yang bisa manggung di Woodstock Festival? 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

Vaksinasi Ulang Difteri, Kemenkes Prioritaskan Daerah Lokasi Asian Games

  • 3 Warga Situbondo Terjangkit Difteri
  • Pengungsi Banjir Aceh Utara Krisis Obat-obatan
  • Pemprov Jakarta Akan keluarkan Pergub Untuk Tanggul Jakarta

Indonesia kini juga menjadi role model dalam hal pengembangan Buku Kesehatan Ibu dan Anak