Kabul Bersiap Rintis Layanan Bus Metro

Ini akan menjadi satu-satunya bentuk angkutan umum di Kabul.

Senin, 17 Jul 2017 08:10 WIB

Kondisi jalanan Kabul. (Foto: Shadi Khan Saif)

Kondisi jalanan Kabul. (Foto: Shadi Khan Saif)

Ibu kota Afghanistan, Kabul, adalah salah satu kota dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Rumah dan pasar baru bermunculan di semua tempat dan jalanan makin ramai setiap hari. Tapi pertumbuhan itu tidak dibarengi pertumbuhan infrastruktur.

Setelah penantian panjang, akhirnya proyek layanan Metro Bus pun dimulai. Nantinya ini akan menjadi satu-satunya bentuk angkutan umum di Kabul. Shadi Khan Saif membawa kita menyusuri jalanan Kabul untuk mencari tahu lebih jauh.

Beberapa dekade lalu, Kabul hanyalah kota kecil yang berpenduduk beberapa ribu jiwa. Tapi sekarang ini adalah kota metropolis ramai yang dihuni jutaan orang.

Tapi untuk berkeliling kota tidaklah mudah karena di Kabul tidak ada angkutan umum. Kebanyakan orang berkeliling kota dengan mobil dan taksi. Kondisi lalu lintas sangat macet, berisik dan polusi udara terasa mencekik. 

Tidak ada bus, trem atau kereta api tapi Anda masih bisa menemukan kuda dan gerobak untuk membawa Anda ke tempat tujuan.

Seperti keluarganya yang lain, Mohammad Mayel bekerja sebagai kusir di Kabul. Tapi menurutnya profesi ini mungkin akan segera berakhir. Katanya, “Saya sudah menjalani profesi ini selama 10 tahun terakhir. Tapi kuda dan gerobak sudah tidak diminati lagi. Tidak banyak lagi yang tersisa di kota ini, sekitar 20an saja.”

Dulu pernah ada trem listrik beroperasi di pusat kota Kabul. Tapi itu berjalan tidak lama dan kini menjadi pengingat tentang waktu sebelum invasi Soviet dan perang sipil tahun 1990an, yang memporakporandakan kota ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, kehidupan di ibu kota menjadi relatif lebih damai. Ratusan ribu pengungsi telah dipulangkan dan kota ini mulai berkembang lagi. Menurut perkiraan resmi, Kabul dihuni 4,6 juta jiwa. Tapi ada angka tidak resmi yang menyebut penduduk Kabul mencapai enam juta jiwa.

Pertumbuhan yang cepat tentunya punya konsekuensi. Kesediaan layanan publik, yang kondisinya rusak parah pasca konflik bertahun-tahun, harus segera dibenahi. Salah satunya adalah transportasi.

Tapi bulan lalu, warga menyambut pengumuman yang telah lama ditunggu. Pengumuman itu disampaikan Wali kota Kabul, Abdullah Habibzai.

“Ini adalah momen kebanggaan tersendiri bagi semua, sebuah hari bersejarah. Kami telah meluncurkan proyek bus metro di Kabul. Dan tahun depan kita sudah bisa menikmati layanan bus metro pertama di kota ini,” jelas Habibzai.

Kota Kabul akan memberikan 16 kontrak untuk membangun 285 kilometer jalan baru di seluruh kota. Tapi beberapa warga Kabul menyambutnya pengumuman ini dengan optimistis sekaligus hati-hati. Seperti Mehram Mohammadi mahasiswa berusia 22 tahun. Dia sadar ini baru permulaan.

“Sudah ada perbaikan seperti pembangunan beberapa jalan baru. Tapi sejujurnya pemerintah dan penduduk Kabul perlu belajar dan berbuat lebih banyak lagi untuk memperbaiki sistem transportasi kota,” kata Mohammadi.

Saat pasukan asing keluar dari negara tersebut, bantuan ekonomi kepada Afghanistan pun semakin berkurang. Karena itu mempermudah transportasi umum dan infrastruktur lainnya, merupakan langkah penting seiring bergeraknya negara ini menuju kemandirian yang lebih besar.

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Menristek Minta Dosen Mundur Karen HTI, Pengamat: Itu Ngawur

  • Jokowi : Pengadaan Alutsista Harus Lewat G to G
  • Indonesia Jadi Tuan Rumah Konferensi Anti Terorisme
  • Terus Lakukan Intimidasi Penggusuran, Warga Dobrak Gerbang PT KA Bandung

Indonesia mengalami masalah ketimpangan (inequality) dan tengah berupaya memeranginya. Simak perbincangannya hanya di Ruang Publik KBR, Rabu 26 Juli 2017 pukul 09.00-10.00 WIB.