Diari Dina: Belajar Bahasa di Alice Springs

Ada sekitar dua ribu orang berbicara dalam bahasa Arrernte di Alice Springs dan sekitarnya.

Rabu, 03 Jan 2018 11:26 WIB

Foto: Dina Indrasafitri

Foto: Dina Indrasafitri

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Di banyak bagian di Australia, bahasa dan budaya penduduk aslinya telah dihancurkan oleh penjajahan.

Tapi di kota gurun Alice Springs, Australia Tengah, budaya Aborigin tetap terasa kuat.

Dina Indrasafitri sedang mempelajari bahasa orang-orang Arrente yang telah tinggal di Alice Springs selama puluhan ribu tahun. 

Hai, nama saya Dina. Saya orang Indonesia dan saya tinggal di Alice Springs.

Kebanyakan orang menyebutnya Alice - sebuah kota gurun, tepat di pusat Australia. Tempat ini indah, dikelilingi perbukitan besar yang terlihat seperti benteng yang mengelilingi kota.

Saat ini saya sedang belajar bahasa Arrernte. Ini adalah bahasa yang digunakan oleh penduduk asli Alice Springs.

Hampir semua orang di sini menggunakan bahasa Inggris. Tapi menurut saya bagus juga untuk mempelajari bahasa di tempat saya tinggal. Bagaimanapun, saya selalu menghormati orang asing yang mencoba berbahasa Indonesia saat berada di Indonesia.

“Selamat malam semua. Saya pikir ini benar-benar bagus. Berbicara tentang bahasa sendiri itu sangat penting. Kita harus mengajarkan anak-anak kita, terutama yang masih kecil. Kita tidak ingin kehilangan,” tutur Margaret Kamarre Turner.

“Itu sebabnya, sebagai guru bahasa, saya mengajar banyak bahasa dan saya adalah seorang spesialis bahasa. Kami mengajarkannya di sekolah dan ada banyak hal dalam bahasa yang bisa dipelajari oleh siapa pun. Ada banyak orang dan kita bisa mulai belajar bahasa di sini.”

Awal tahun ini, saya menghadiri sebuah pameran tentang bahasa Arrernte di Alice Springs atau Mparntwe, dalam bahasa Arrernte. 

Melihat pameran dan mendengar tetua seperti Margaret Kamarre Turner and Kathleen Wallace berbicara, membuat saya semakin yakin bahwa saya ingin belajar bahasa ini.

Ada sekitar dua ribu orang berbicara dalam bahasa Arrernte di Alice Springs dan sekitarnya.

Orang-orang Arrernte hanyalah salah satu dari sekian banyak komunitas Aborigin di Australia.

Sebelum masa penjajahan, ada 700 bahasa penduduk asli digunakan di seluruh negeri.

Tapi selama 200 tahun terakhir, pemerintah telah melarang orang Aborigin untuk  berbicara dalam bahasa mereka sendiri.

Pemerintah Australia ingin menciptakan sebuah negara kulit putih dan menyingkirkan orang-orang Aborigin dan budaya mereka.

Perempuan Arrente bernama Patricia Ansell Dodds tumbuh di tahun 1950an. Dia tidak dibolehkan bicara dalam bahasanya:

“Saya tidak diizinkan karena saya adalah bagian dari generasi yang terancam. Orangtua saya menempatkan saya di sebuah rumah untuk belajar tapi tempat itu tidak membolehkan saya kembali ke orangtua. Ayah saya harus pergi ke pengadilan agar saya bisa pulang. Dan saya tidak diizinkan untuk berbicara dalam bahasa saya atau mengetahui budaya saya. Saya tumbuh dewasa dalam situasi seperti ini,” kisah Patricia.

Patricia mengatakan orang Aborigin tidak pernah berhenti berbicara dalam bahasa mereka. Dia akhirnya belajar bahasa dan budaya dari para tetua.

“Saya pergi ke berbagai upacara untuk belajar budaya saya. Dan saya bertemu perempuan-perempuan tua yang sangat cantik. Bibi-bibi saya yang sudah mengajari saya banyak hal tentang budaya saya di Alice Springs.”

Dia sekarang bekerja untuk meningkatkan keunggulan budaya dan bahasa penduduk asli dalam pendidikan arus utama Australia.

Bahasa Aborigin tidak diajarkan di sekolah-sekolah Australia. Tapi keluarga-keluarga di Alice biasanya mengajarkannya pada anak-anak mereka.

“Inilah kami. Bahasa itu sudah lebih dulu ada sebelum bahasa Inggris yang digunakan orang kulit putih. Ini sangat penting bagi kami bahkan saat ini. Anak-anak kami harus belajar bahasa, budaya dan latar belakang mereka. Dan itulah yang kami lakukan,” kata Patricia.

Saya belajar bahasa Arrente bersama 20 siswa lainnya di Pusat Bahasa Alice Springs.

Bahasa Arrernte punya bunyi yang tidak ada dalam bahasa Inggris. Beberapa siswa berkomentar kalau saya bisa lebih mudah mengucapkannya ketimbang mereka!

Pengucapannya tidak berbeda dengan bahasa Indonesia, bahasa ibu saya. Huruf "r" diucapkan seperti “r” dalam bahasa Indonesia. Beberapa kata terdengar sama meski artinya sangat berbeda. 

Seperti kata “unta”. Dalam bahasa Arrernte artinya  “anda”. Sementara dalam bahasa Indonesia unta adalah jenis hewan.

Saya bercerita pada Patricia kalau saya mempelajari bahasa Arrernte. Dan bertanya apa tanggapannya bila ada orang bukan Arrente belajar bahasa Arrernte?

“Anda berada di negeri Arrernte. Anda harus mempelajarinya dan memahami kami. Sangat penting untuk tahu cara kami berbicara. Seperti di negara kamu. Masyarakat di sana bicara dalam bahasa kalian sendiri. Kami juga. Tapi tidak banyak tempat di Australia seperti ini.” jawab Patricia.

Setelah ikut kelas bahasa Arrernte, saya bisa mengucapkan beberapa kalimat dalam bahasa Arrernte.  

Werte. Arritnye Atyinhe Dina. Indonesia Apmere Arinye. Artinya Halo nama saya Dina. Saya berasal dari Indonesia. 

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.