Gunung Agung Kembali Erupsi

Sebelum erupsi, PVMBG mencatat terjadi hembusan dari kawah sebanyak delapan kali dengan amplitudo hingga 24 milimeter, disusul gempa frekuensi rendah, gempa vulkanik serta tremor terus-menerus.

Jumat, 08 Des 2017 13:20 WIB

Asap tebal keluar dari puncak Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, Jumat (8/12/2017). (Foto: KBR/Yulius Martoni)

KBR, Karangasem – Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali kembali erupsi hari ini. Erupsi terjadi pukul 07.59 WITA, ditandai dengan keluarnya asap berwarna putih dan kelabu.

Dari pengamatan di Pos Pantau Gunung Agung di Kecamatan Rendang, asap dengan intensitas tipis hingga tebal itu mencapai ketinggian 2.100 meter dari kawah puncak atau 5.200 meter dari permukaan laut.

Kepala Sub Bidang Mitigasi Pemantauan Gunung Api Wilayah Timur, Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Devy Kamil Syahbana mengatakan pergerakan abu erupsi condong mengarah ke barat.

Sebelum erupsi, PVMBG mencatat terjadi hembusan dari kawah sebanyak delapan kali dengan amplitudo hingga 24 milimeter, disusul gempa frekuensi rendah, gempa vulkanik serta tremor terus-menerus.

"Kami menghimbau warga yang berada di sekitar Gunung Agung agar siap siaga dengan masker. Dengan terjadinya erupsi ini, akan terjadi hujan abu terutama di sekitar puncak. Dan jika terjadi hujan, maka berpotensi terjadi lahar hujan. Erupsi hari ini teramati lebih tinggi dari kemarin," kata Devy Kamil, Jumat (8/12/2017).

Menurut pantauan PVMBG, kata Devy, sejak 21 November lalu hingga kini Gunung Agung masih dalam fase erupsi, terjadi fluktuasi letusan.

"Dari kemarin tanggal 25 sampai 29 November terjadi erupsi, kemudian agak tenang. Lalu erupsi lagi. Jadi kami harapkan masyarkat tetap waspada terhadap potensi erupsi yang terjadi kapan saja," kata Devy. 

Hujan abu terpantau terjadi di Dusun Dukuh Kecamatan Kubu dengan intensitas tipis. 

Status Gunung Agung dinaikkan dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas) mulai 27 November 2017 pukul 06.00 WITA.  

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

KKP Gagal Capai Target Ekspor Ikan

  • HRW Usulkan 4 Isu Jadi Prioritas Dialog Jakarta Papua
  • Terduga TBC di Medan Capai Seribu Orang
  • Dalai Lama Luncurkan Aplikasi

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi