Bupati Tangerang: Warga Salah Paham dengan Keberadaan TNI di Kampung Baru Dadap

"Itu karya bakti TNI, TMMD atau Tentara Manunggal Masuk Desa.."

Kamis, 28 Des 2017 21:25 WIB

Spanduk TNI di lokasi urukan tanah di kampung Baru Dadap, Tangerang, Kamis (28/12/2017). (Foto: Ria Apriyani)

KBR, Jakarta- Pemerintah Kabupaten Tangerang menilai warga kampung Baru Dadap salah paham dengan keberadaan TNI di sana. Menurut Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, keberadaan TNI hanya untuk menjalankan program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD), bukan untuk mengintimidasi warga seperti yang ditudingkan warga.

Baca juga:

Ahmed beralasan penempatan TMMD di Kampung Baru Dadap karena kerap kebanjiran setiap air laut pasang, sehingga perlu dilakukan pengerukan sungai dan penanggulan bibir pantai.

"Itu karya bakti TNI, TMMD atau Tentara Manunggal Masuk Desa itu program TNI dalam rangka membantu rehabilitasi sungai, situ, danau, dan lain sebagainya untuk meminimalisir banjir yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang. Lokasi-lokasi tersebut sudah banyak dilaksanakan oleh karya bakti TMMD TNI. Tahun 2017, salah satu yang dikerjakan adalah kali Prancis di ujung Kampung Dadap," ujar Ahmed saat dihubungi KBR, Kamis (28/12/2017).

Ahmed pun menjelaskan nantinya Pemerintah Kabupaten Tangerang berencana memindahkan mereka ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa) jika rusun telah selesai dibangun. Namun kata dia, pemerintah tidak akan memaksa warga untuk pindah ke rusun.

"Kita mau rapihin kawasannya karena itu sepadan sungai. Tidak mungkin mereka juga bisa membuat surat-surat sertifikat secara sah disana. Namanya sepadan sungai kan tidak mungkin dikasih sertifikat mbak. Tanah negara kan itu," kata Ahmed.

Ahmed mengklaim sejak tiga tahun lalu, sudah bermusyawarah dengan warga perihal penataan lokasi di sana.

"Sudah berkali-kali, bukan cuma sekali dua kali, sudah semua. Itu awalnya kita tutup lokalisasi di sana, 428 kupu-kupu malamnya dan 28 orang sudah positif HIV. Itu tidak pernah terekspos. Kita mau tata di sana seperti di Kalijodo dan Kramat Tunggak. Tapi mereka tidak mau, selalu dihalangi," tandasnya.

Editor: Dimas Rizky 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.