2018, Jokowi Fokus Kembangkan SDM Secara Besar-besaran

Untuk menjadi negara maju, kata Presiden, tidak cukup hanya dengan mengandalkan sumber daya alam. Ke depan, sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci dan modal kuat untuk bersaing dengan negara lain.

Rabu, 27 Des 2017 18:19 WIB

Presiden Joko Widodo dan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja BBLK Bekasi, Jawa Barat, Rabu (27/12/2017). (Foto: ANTARA/Rosa Panggabean)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Bekasi - Presiden Joko Widodo menyatakan pemerintah akan fokus pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) pada 2018. 

Untuk menjadi negara maju, kata Presiden, tidak cukup hanya dengan mengandalkan sumber daya alam (SDA). Ke depan, sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci dan modal kuat untuk bersaing dengan negara lain. 

"Saya sampaikan, 2018 kita siapkan untuk masuk ke pengembangan SDM besar-besaran, masif. Kalau tidak, kekuatan umur produktif kita yang 60 persen itu bisa hilang kalau kita tidak segera mulai. Nanti infrastruktur sudah mulai banyak yang sudah selesai, kita masuk ke pembangunan SDM. Saya kira model-model yang dikerjakan di Kemenaker di Bekasi, ini model yang baik," kata Jokowi usai menyerahkan secara simbolis 3 ribu sertifikat kompetensi permagangan di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK), Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Rabu (27/12/2017).

Baca juga:

Presiden yang akrab dipanggil Jokowi bakal mengalokasikan banyak anggaran untuk program permagangan nasional. Melalui program ini, masyarakat bisa mendapatkan pelatihan dan mendapatkan sertifikat keahlian. Ia menargetkan pada 2019 peserta program permagangan nasional mencapai 1,4 juta orang. 

"Tadi sudah saya perintahkan kepada Menaker, kalau tahun ini hanya 56 ribu, maka saya minta dirancang yang betul agar nanti tahun 2019 paling tidak minimal 1,4 juta disiapkan, harus. Urusan ini harus dikerjakan," kata Jokowi.

Sepanjang tahun 2017, Program Permagangan Nasional diikuti 56.119 orang. Namun, dari jumlah tersebut yang mengikuti uji kompetensi hanya sebanyak 6.201 dan yang dinyatakan lulus 5.635 orang. Program permagangan nasional digelar dengan kerja sama Kementerian Tenaga Kerja, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin).

Presiden Jokowi menjanjikan insentif seperti subsidi upah dan pengurangan pajak bagi perusahaan yang terlibat dalam program permagangan. 

"Bisa saja nanti pemerintah berkontribusi, mungkin bisa 40-50 persen. Tapi dengan cara itu, kita bisa meng-upgrade skill. Insentif bisa melalui kontribusi subsidi di upah, bisa saja melalui pengurangan pajak, saya kira banyak pilihan," kata Jokowi menambahkan.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

PPATK: Bank Daerah Rawan Digunakan Buat Kepentingan Pilkada

  • Cakupan Imunisasi Campak di Asmat 2017 Hanya 17 Persen
  • Faktor Geografis Jadi Kendali Besar Penanganan Wabah Campak di Asmat
  • Pengganti Sanchez Segera Merapat ke Arsenal

Lewat olahraga kita bisa menyuarakan sesuatu dan bahkan menggalang dana