Tuduhan Penangkapan Teroris sebagai Pengalihan Isu Ahok, Kapolri: Buktikan, atau Ditindak!

"Seandainya ada bukti nyata bahwa ini adalah rekayasa, tunjukkan buktinya. Kita akan lakukan tindakan tegas. Saya sendiri kalau terlibat siap dicopot dari jabatan Kapolri," kata Tito Karnavian.

Jumat, 16 Des 2016 11:53 WIB

Kapolri Tito Karnavian. (Foto: ANTARA)


KBR, Jakarta - Kapolri Tito Karnavian menegaskan tidak ada rekayasa dalam penanganan para terduga kasus terorisme.

Ia mengatakan isu bahwa penangkapan teroris sebagai pengalihan isu kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tidak benar.

"Jadi tolong masyarakat memahami. Tolong jangan sampai terpengaruh juga berkomentar pengalihan isu segala macam. Kalau seandainya memang ada bukti nyata bahwa ini adalah rekayasa, tunjukkan buktinya. Kita akan lakukan tindakan tegas. Saya sendiri kalau terlibat siap dicopot dari jabatan Kapolri," kata Tito di Mabes Polri, Jumat (16/12/2016).

Baca: Polisi Tangkap Terduga Teroris di 3 Kota   

Tito memerintahkan jajarannya untuk meminta keterangan siapa pun yang menyampaikan penangkapan teroris sebagai pengalihan isu. Ia menegaskan, Kepolisian tidak main-main dalam menangani hal ini.

"Kalau dia tidak punya data yang bisa dipertanggung jawabkan, bisa pidana atau juga minta maaf ke publik," ujar Tito.

Kepolisian sudah melayangkan surat panggilan pertama kepada anggota DPR asal Fraksi Partai Amanat Nasional, Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio. Tito mengatakan, penyelidik mengundang Eko untuk mengklarifikasi pemberitaan di media.

"Apalagi kalau seorang anggota pejabat DPR menyampaikan pengalihan isu, kita ingin tanya," kata Tito.

Baca: Sebut Penangkapan Tersangka Terorisme Pengalihan Isu, Polisi Periksa Eko Patrio    

Sebuah media daring menuliskan bahwa Eko menganggap rencana aksi teroris di Kompleks Kepresidenan hanya pengalihan isu.

Tito mengatakan, Kepolisian ingin mengklarifikasi kebenaran pernyataan Eko dalam berita tersebut.

"Tapi saya dengar yang bersangkutan tidak mengatakan hal itu, nanti kita tanya," ujarnya.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Ini Hasil Rapat Bamus DPR soal Perppu Ormas

  • Tim Arkeolog Sumba Berupaya Cetak Kerangka Situs 2800 Tahun
  • LN: Amerika Terapkan Sanksi Baru bagi Pendukung Korea Utara
  • OR: Di Tengah Ketakpastian Draxler Didekati Sejumlah Klub

Indonesia baru merayakan dirgahayu yang ke-72. Ada banyak harapan membuncah untuk generasi penerus yang bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.