Tito: Modus Baru Terorisme dengan Pengantin Perempuan

"Kita ingat pembunuhan Rajiv Gandhi dengan bom bunuh diri. Dikalungkan dia dengan menggunakan bunga ternyata itu kabel yang merupakan bahan peledak."

Jumat, 16 Des 2016 15:06 WIB

Ilustrasi: Barang bukti yang disita dari calon


KBR, Jakarta- Kapolri Tito Karnavian menyatakan terduga teroris terkait penemuan bom di Bekasi menggunakan modus baru dalam aksi terorisme di Indonesia. Ia mengatakan, modus baru itu menjadikan wanita sebagai "pengantin" atau pelaku bom bunuh diri.

"Ya itu modus baru mereka menggunakan wanita, tapi dalam dunia terorisme itu bukan hal yang baru. Kita ingat pembunuhan Rajiv Gandhi dengan bom bunuh diri. Dikalungkan dia dengan menggunakan bunga ternyata itu kabel yang merupakan bahan peledak. Pelaku bom bunuh diri itu wanita yang mengalungkan," kata Tito di Mabes Polri, Jumat (16/12/16).

Tito mengaku hanya bisa menekan ancaman yang muncul dari jaringan teroris di Indonesia. Sebab pusat masalah terorisme berada pada Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS.

"Kita harap dunia internasional bisa mendamaikan Suriah, mendamaikan Irak. Kalau semua itu damai dan aman di Indonesia pun akan tenang," pungkas Tito.

Permasalahan terorisme di Indonesia, menurut Tito,  bukan menyangkut masalah lokal. Kasus terorisme ini juga menyangkut isu internasional yang ada di Suriah.

Sebelumnya polisi telah menangkap 12 orang terkait penemuan bom di Bekasi. Tujuh orang telah dijadikan tersangka, sementara lima orang lainnya masih diperiksa.

Terduga teroris tersebut diketahui terkait dengan Jamaah Ansharut Khilafah Daulah Nusantara (JAKDN) yang diarahkan langsung oleh Bahrun Naim. Mereka berencana menyasar objek vital negara seperti Istana Kepresidenan.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Penggantian Ketua DPR Dinilai Tak Perlu Tergesa-gesa

  • PKB: Keputusan Golkar Terkait Posisi Setnov Menyandera DPR
  • Mendagri: Usulan Tim Gubernur Anies Melebihi Kapasitas yang Diatur Undang-undang
  • Golkar Resmi Dukung Khofifah-Emil di Pilkada Jatim