Terduga Teroris Purwakarta Targetkan Serang Polisi

Kelompok teroris ini berencana menyerang pos polisi Bunder, Purwakarta, saat malam tahun baru 2017.

Senin, 26 Des 2016 13:58 WIB

Juru bicara Mabes Polri Rikwanto. Foto: Gilang Ramadhan/KBR

KBR, Jakarta- Kepolisian Indonesia menyatakan terduga teroris yang ditangkap di Purwakarta berencana melakukan penyerangan terhadap polisi menggunakan senjata tajam. Juru bicara Polri, Rikwanto mengatakan, kelompok teroris ini berencana menyerang pos polisi Bunder, Purwakarta, saat malam tahun baru 2017.

"Bagaimana mereka melakukannya, dua orang melakukan penyerangan dengan senjata tajam yaitu pisau dan golok. Dan dua orang mengawasi untuk siap membawa mereka untuk melarikan diri. Namun berkat kejelian Densus 88 rencana ini tercium. Mereka sudah dilacak dan diikuti sejak dari Bandung," kata Rikwanto di Mabes Polri, Senin (26/12/16).

Rikwanto mengatakan, sebelum bersembunyi di Purwakarta keempat terduga teroris sempat tinggal di beberapa daerah di Bandung. Mereka memutuskan pindah ke Purwakarta karena masyarakat sekitar kontrakan curiga dengan kegiatan mereka.

"Densus sempat kehilangan jejak mereka sebentar kemudian ditemukan lagi di Jatiluhur," jelas Rikwanto.

Hasil penggeledahan di lokasi penangkapan di Purwakarta dan rumah kontrakan di Bandung Densus 88 menemukan beberapa barang bukti. Di antaranya berbagai senjata tajam, paku berbagai ukuran, beberapa buku dan dokumen-dokumen. Namun petugas tidak menemukan bom dan bahan peledak.

"Memang tidak ada bahan-bahan bom hanya saja timbangan itu mengindikasikan akan ada yg ditimbang," kata Rikwanto.

Saat ini, dua teroris yang ditangkap dalam keadaan hidup, Rijal alias Abu Marham dan Ivan Rahman Syarif, sedang diperiksa intensif oleh penyidik Densus 88 di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Sedangkan dua terduga teroris yang tewas sedang proses autopsi di RS Polri Kramatjati.

Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Penggantian Ketua DPR Dinilai Tak Perlu Tergesa-gesa

  • PKB: Keputusan Golkar Terkait Posisi Setnov Menyandera DPR
  • Mendagri: Usulan Tim Gubernur Anies Melebihi Kapasitas yang Diatur Undang-undang
  • Golkar Resmi Dukung Khofifah-Emil di Pilkada Jatim