Warga bersama aparat mencari korban yang tertimbun bangunan pasar Mereudu, Pidie Jaya yang roboh akibat gempa, Rabu (7/12). (Foto: Antara)


KBR, Jakarta- Palang Merah Indonesia Daerah Aceh meminta tenaga medis dari Rumah Sakit Palang Merah Indonesia Bogor untuk menangani korban luka akibat gempa di Kabupaten Pidie Jaya. Wakil Sekertaris PMI Aceh, Rudianto mengatakan, 5 orang dokter spesialis ortopedi dan beberapa orang perawat baru akan datang ke lokasi perawatan korban akibat gempa besok pagi. Kata dia, korban luka mulai dari ringan hingga berat yang sebelumnya membanjiri Rumah Sakit Umum Daerah Pidie Jaya sudah dirujuk ke beberapa rumah sakit Sigli, Bireun dan Banda Aceh.

"Rumah Sakit Pidie Jaya itu memang ada kerusakan beberapa tapi tidak fatal. Hanya saja memang karena pasien yang begitu banyak, sehingga rumah sakit daerah Pidie Jaya ini over kapasitas sehingga pasiennya itu dirujuk ke Rumah Sakit Umum Sigli dan Bireun serta Banda Aceh. Nah yang kita lakukan sendiri ini saat ini kita sedang mempersiapkan dokter ortopedi dan lainnya dari Rumah Sakit PMI Bogor yang insya Allah besok jam 9 sudah tiba untuk membantu proses di Rumah Sakit Umum Daerah Pidie Jaya," ucapnya kepada saat dihubungi KBR, Rabu (7/12).

Kata dia, PMI Daerah Aceh sudah menurunkan 60 tenaga ahli evakuasi di lokasi bencana gempa sejak pagi tadi hingga malam ini. Pasalnya kata dia, masih ada beberapa korban yang masih tertimbun di reruntuhan bangunan. Malam ini kata dia, pihaknya tengah membangun tempat hunian sementara untuk korban yang rumahnya rusak parah. Sedangkan untuk besok kata dia, PMI Aceh bakal menurunkan pasukan khusus yang mengurusi air dan sanitasi (Pasukan Watsan).

"Kita menurunkan lebih dari 60 relawan untuk membantu evakuasi dan pertolongan pertama dilapangan. Kemudian juga kita membantu logistik 1000 paket family kit dan higien kit kemudian insya allah malam ini kita membantu membangun hunian sementara untuk pengungsi dan kebutuhan medis terus disalurkan," ucapnya.

Dia menambahkan, stok darah untuk korban saat ini sudah tersedia setelah bantuan datang dari Kota Banda Aceh. Meski kata dia, sebelumnya pihaknya sempat kesulitan mendapatkan donor darah bagi korban bencana gempa di Kabupaten Pidie Jaya.

"Sebelumnya kami kekurangan 20 kantung dan stok darah, tetapi itu sudah terpenuhi setelah bantuan dari Banda Aceh datang tadi," tambahnya.

Editor: Dimas Rizky 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!