Sekjen KOI Tersangka, Kemenpora: Asian Games 2018 Tetap Aman

Dody ditetapkan Polda Metro Jaya sebagai tersangka kasus penyelewengan dana sosialisasi Asian Games 2018.

Minggu, 04 Des 2016 16:04 WIB

Foto: Antara

KBR, Jakarta- Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memastikan kasus hukum yang menjerat Sekjen Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Dody Iswandi, tidak mempengaruhi pelaksanaan Asian Games 2018. Dody ditetapkan Polda Metro Jaya sebagai tersangka kasus penyelewengan dana sosialisasi Asian Games 2018.

Juru bicara Kemenpora, Gatot S Dewa Broto mengatakan belum ada tembusan resmi dari KOI maupun dari Polda Metro terkait itu. Dia pun mewanti-wanti kepada Komite Panitia Pelaksana Asian Games Indonesia (INASGOC) untuk lebih rapi dan berhati-hati dalam semua aspek penyelenggaran ajang olahraga tersebut.

"Kami yakin ngga akan ada masalah. Dan kami sudah buktikan bahwa tanpa Pak Doddy kami bisa bekerja dengan baik. Tetapi kami menghormati proses hukum, prihatin dengan kejadian ini. Ini juga menjadi pelajaran di internal Inasgoc juga harus hati-hati," katanya kepada KBR, Minggu (4/12/2016).

Gatot mengatakan akan memberikan penjelasan resmi pada pertengan bulan ini kepada OIympic Council of Asia (OCA).  "Baru ketemuan OCA baru Desember pertengahan," ujarnya.

Terkait pendanaan INASGOC untuk tahun 2017, masih ada yang disalurkan via Kemenpora. Sedangkan sebagian besar lainnya akan disalurkan langsung dari Kemenkeu ke INASGOC dengan kuasa pengguna anggaran (KPA) tersendiri setelah nanti adanya dasar hukum Keppres yg mengatur penyaluran dana tersebut pada INASGOC.

"Sebagian lewat dari Kemenpora dan sebagian langsung dari Inasgoc.  (Yang dari Kemenpora berapa?) nanti kami cek dulu yak, karena datanya ada di kantor," ungkapnya.

Polda Metro Jaya menetapkan Sekjen Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Dody Iswandi sebagai tersangka penyelewengan dana sosialisasi Asian Games 2018. Ia juga diduga terlibat tindak pidana pencucian uang berkaitan dengan Carnaval Road to Asian Games 18 di Surabaya, Jawa Timur. 

Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Ini Hasil Rapat Bamus DPR soal Perppu Ormas

  • Tim Arkeolog Sumba Berupaya Cetak Kerangka Situs 2800 Tahun
  • LN: Amerika Terapkan Sanksi Baru bagi Pendukung Korea Utara
  • OR: Di Tengah Ketakpastian Draxler Didekati Sejumlah Klub

Indonesia baru merayakan dirgahayu yang ke-72. Ada banyak harapan membuncah untuk generasi penerus yang bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.