Polisi Dalami Bantuan Logistik IHR untuk Pemberontak Suriah

"Kita cari, kita telusuri, nanti kita pelajari."

Senin, 26 Des 2016 19:30 WIB

Salah satu program IHR untuk Aleppo. Belakangan tersiar video bantuan dari IHR ada di bekas markas pemberontak Suriah, yang juga jaringan ISIS, Jaysh Al-Islam. (www.ihr.foundation)


KBR, Jakarta- Kepolisian Indonesia masih menyelidiki informasi dugaan bantuan logistik dari Organisasi Yayasan Bantuan Kemanusiaan Indonesia atau Indonesian Humanitarian Relief (IHR) yang disalurkan ke anak cabang ISIS, yakni kelompok teroris Jaysh Al-Islam.

Juru bicara Polri, Rikwanto, mengaku sudah mendengar informasi itu. Namun Polri belum mengetahui kebenaran informasi yang beredar di dunia maya tersebut.

"Kita cari, kita telusuri, nanti kita pelajari. Kita bergerak terus, tim dari satuan cyber kita selalu bergerak untuk memantau hal-hal yang belum tentu benar di media sosial," kata Rikwanto di Mabes Polri, Senin (26/12/16).

Rikwanto menjelaskan, tim cyber Polri akan melakukan penyelidikan terhadap semua hal yang berkembang di dunia maya. Terutama hal-hal yang membuat masyarakat gelisah dan berpotensi muncul konflik.

"Kita akan selidiki itu," ujar Rikwanto.

Sebelumnya beredar informasi mengenai bantuan logistik dari IHR untuk warga Aleppo, Suriah, diduga tidak tersalurkan untuk warga sipil. Bantuan tersebut diduga untuk mendukung kelompok teroris Jaysh Al-Islam yang merupakan anak cabang ISIS. Dalam sebuah video terlihat jelas kardus-kardus bantuan itu tertulis IHR, lengkap dengan logonya. Kardus bantuan itu tersimpan di sekolah yang dijadikan markas pemberontak.

Sementara itu IHR enggan berkomentar mengenai temuan tersebut. Saat dihubungi KBR, operator yang enggan menyebutkan namanya itu hanya meminta bersabar karena akan ada keterangan pers. 

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!