Pesawat Polri Hilang Kontak di Perairan Bintan, Angkut 15 Orang

Badan SAR Nasional tengah melakukan pencarian terhadap pesawat Polri tipe N 28 Skytruck yang hilang kontak di Perairan Bintan, Kepulauan Riau.

Sabtu, 03 Des 2016 17:27 WIB

Ilustrasi. (Foto: Antara)


KBR, Jakarta - Badan SAR Nasional tengah melakukan pencarian terhadap pesawat Polri tipe N 28 Skytruck yang hilang kontak di Perairan Bintan, Kepulauan Riau. Kini tim SAR gabungan telah berada di lokasi. Namun menurut Kepala Basarnas Hendry Bambang Soelistyo, tim belum bisa memastikan kondisi awak pesawat.

"(Kondisi awak pesawat?) Belumlah, baru aja kita dapat infonya," ujar Bambang Soelistyo ketika dihubungi KBR, Sabtu (3/12/2016).

Hendry Bambang Soelistyo pun menjelaskan, pesawat berangkat dari Pangkal Pinang pukul 09.24 WIB dan diperkirakan mendarat di Batam pukul 10.58 WIB. Kata dia, pesawat tersebut mengangkut 15 orang.

"Personilnya sesuai ini ya, manifesnya itu ada 15 orang. 15 orang itu, kalau saya lihat manifesnya seperti ini, 5 kru 10 penumpang, tapi itu sementara, pastinya nanti ya. Sementara 15 orang on board. (Lokasinya hilang kontaknya di mana?) di Perairan Bintan lah," lanjutnya.

Dia menambahkan, tim pencarian telah menemukan sejumlah barang yang saat ini disimpan oleh Kepolisian Lingga, Kepulauan Riau.
 
"Ada beberapa barang yang sudah ditemukan, sekarang disimpan di Polres Lingga," tuturnya.

Baca: Helikopter TNI Hilang Kontak


Evakuasi

Kepolisian Indonesia menyatakan, pesawat Polri tipe N 28 Skytruck dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (3/12/2016) pukul 11.10 WIB. Informasi ini pertama kali didapat dari warga asal Pulau Belakang Sidi bernama Iyar. Dia dan warga lantas melaporkan temuan bagian badan pesawat itu ke kepolisian setempat.

Juru Bicara Mabes Polri Boy Rafli Ammar mengatakan, pesawat dengan nomor Register P4201 itu berangkat dari Pangkal Pinang pukul 09.24 WIB menuju Batam untuk keperluan rutin pergantian penugasan anggota.

"Sampai detik ini pesawat belum ada kontak dengan APP TNJ dan targetnya juga tidak kelihatan di radar TNJ," jelas Boy dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/12/2016).

"Dari hasil koordinasi dengan saudara Iyar, yang saat ini ada di TKP (kurang lebih 3 mil dari TKP) titik koordinat jatuhnya pesawat sesuai data GPS pruno JP32 0"17,246N utara selatan 104"50,261E barat timur. Antara Pulau Mensanak dengan Pulau Sebangka atau Pulau Gentar perairan Kabupaten Lingga," imbuhnya.

Baca: Antar Logistik Pilkada, 9 Petugas Hilang

Kepolisian telah berkoordinasi dengan Basarnas Tanjung Pinang dan Ditpolair Polda Kepulauan Riau untuk proses evakuasi. Sementara ini sejumlah barang-barang yang ditemukan di antaranya kursi-kursi pesawat, tas penumpang yang berisikan surat perintah sprin/1495/XI/2016 tertanggal 30 November 2016 yang dikeluarkan di Pondok Cabe, dan dokumen bertuliskan: Skytruck N28 No Reg P4201. (ika)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Blokir Akun Berbau Saracen, Kemenkominfo Tunggu Instruksi Polisi

  • Libur Panjang Tahun Baru Islam, PT KAI Daop 9 Jember Tambah Rangkaian Kereta
  • Peter Bosz Catat Rekor di Dortmund dan Liga Jerman
  • Penyelidik FBI Sasar Gedung Putih Cari Dokumen Keterlibatan Rusia Terhadap Pilpres AS