Pekerja membongkar tiang rumah ruko yang rusak akibat gempa 6,5 SR di Kecamatan Bandar Baru, Pide Jaya, Provinsi Aceh, Senin (26/12). Foto: Antara

KBR, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya akan menyiapkan rumah sementara sebanyak 2.202 unit untuk warga korban gempa sambil menunggu proses renovasi rumah yang rusak.

Menurut Wakil Bupati Pidie Jaya Said Mulyadi, rumah sementara itu akan berdekatan dengan rumah warga yang rusak. Kata dia, rumah itu nantinya terbuat dari papan dan memiliki lantai keramik dengan atap tertutup. Ia mengklaim BNPB sudah menyetujui anggaran pembangunan rumah dengan nilai miliaran rupiah,

"Warga sementara ini masih tidur di tenda, di rumah keluarga dan juga membuat tempat-tempat sendiri di lokasi masing-masing. Kita sudah koordinasi dengan BNPB kita ingin siapkan rumah hunian sementara. Sudah disetujui penganggarannya sebanyak 2.202 unit itu sudah diacc dan akan segera dibangun. Rumah sementara dari triplek, ada atap layak huni," jelas Wakil Bupati Pidie Jaya Said Mulyadi kepada KBR, Kamis (29/12/2016).

Wakil Bupati Pidie Jaya Said Mulyadi mengklaim pemerintah hingga saat ini masih memberikan jatah hidup warga, meski status tanggap darurat berakhir. Jaminan hidup itu berasal dari bantuan Kementerian Sosial.

"Malah kalau sudah tinggal di tempat hunian sementara ini pendanaanya dari Kementerian Sosial. Untuk biaya hidup dan ada bantuan alat rumah tangga. Masih ada dukungan," jelasnya.

Said menambahkan pemkab sudah mendata dan memverifikasi seluruh kerusakan rumah di Pidie Jaya. Sekitar 2200 rumah rusak berat, 4500 rusak sedang dan 10 ribu lebih rusak ringan. Namun data itu, kata dia masih mungkin bertambah, mengingat pendataan juga dilakukan dengan terburu-buru.

"Ini bisa saja bertambah, kemarin kan pendataan minta dipercepat karena masa akhir tahun anggaran. Bisa saja ada yang tertinggal, nanti akan kita data kembali, kita akan sampaikan ke pusat atau provinsi itu tetap kita data kembali kalau memang ada rumah yang terlupakan. Ini sudah diacc tetapi saya tidak tahu sudah ditransfer anggarannya atau belum," imbuhnya.


Editor: Sasmito

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!