OTT Bupati Klaten, KPK Sita Uang Rp2 M

Uang sitaan diduga terkait pengisian sejumlah jabatan di Pemerintah Kabupaten Klaten.

Jumat, 30 Des 2016 22:46 WIB

Seorang video jurnalis mengambil gambar penyegelan ruang Bupati Klaten oleh KPK terkait Operasi Tangkap Tangan terhadap Bupati Klaten Sri Hartini di Klaten, Jawa Tengah, Jumat (30/12). (Foto: Antara)


KBR, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang Rp2 miliar dan 100 dolar Amerika Serikat dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Klaten, Jawa Tengah. KPK menangkap delapan orang dalam OTT tersebut, salah satunya Bupati Klaten, Sri Hartini.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan uang sitaan itu diduga terkait pengisian sejumlah jabatan di Pemerintah Kabupaten Klaten.

"Indikasi yang kami terima sampai saat ini adalah terkait pengisian sejumlah jabatan di Pemerintah Kabupaten Klaten. Indikasi pemberi tidak hanya satu orang, tapi ada beberapa orang," Kata Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, Jumat (30/12/2016).

"Jadi memang kami sudah mengamankan sejumlah uang sekitar Rp2 miliar yang diletakkan di dalam kardus, ada dua kardus dan ada sekitar USD 100," lanjut Febri.

Selain uang, KPK juga menyita sejumlah dokumen dan catatan. Petugas KPK telah memeriksa delapan orang tersebut di Polda DI Yogyakarta. Pukul 20.00 WIB tadi, delapan orang itu telah diterbangkan menuju Gedung KPK Jakarta.

Baca:

Delapan orang yang ditangkap terdiri atas Bupati Klaten Sri Hartini, empat orang PNS dan tiga orang non-PNS. KPK masih memerlukan waktu 1x24 jam untuk meningkatkan status tersangka dalam kasus ini.

Kata Febri, Sabtu (31/12) besok pihaknya bakal menggelar konferensi pers sekira pukul 10.00 WIB pagi.

"Posisi penerima dan pemberi jika kita menggunakan pasal suap besok akan diumumkan secara spesifik melalui konferensi pers KPK," imbuh Febri.

KPK menduga, pemberian itu tidak hanya sekali diterima oleh Sri Hartini. Lembaga antirasuah itu juga masih mendalami pihak-pihak lain yang diduga turut memberikan suap kepada sang Bupati. (ika)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.