Lahan batu kapur di Rembang, Jawa Tengah. (Foto: AW)


KBR, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyatakan pabrik PT Semen Indonesia di Rembang, Jawa Tengah masih boleh beroperasi.

Sebab menurut Siti, putusan Mahkamah Agung (MA) hanya membatalkan izin penambangan batu kapur. Meski begitu, ia mengaku akan mempelajari lebih detail berkas putusan Peninjauan Kembali tersebut lantaran banyaknya suara penolakan dari sebagian Warga Pegunungan Kendeng.

"Kalau baca keputusan dari pengadilannya kan, MAnya kan, bilang yang nggak boleh penambangannya. Kan ada empat kegiatan di sana, ada penambangan kapurnya, penambangan (tanah) liat, ada industri, ada penggunaan untuk jalan dan bangunan-bangunan, dan yang diotak-atik oleh MA kan yang satu itu aja, yang kapur," kata Siti Nurbaya di kompleks Istana, Jumat (30/12/2016).

Sebelumnya, PT. Semen Indonesia menegaskan bakal tetap mengoperasikan pabrik di Rembang meski Mahkamah Agung telah meminta Gubernur Jawa Tengah membatalkan izin lingkungan penambangan.

Baca:

Direktur Utama PT Semen Indonesia, Rizkan Chandra mengatakan, meski tak bisa menambang pihaknya akan mengatasi kebutuhan bahan baku dengan menyerap hasil pertambangan rakyat di sekitar lokasi pabrik. Langkah ini akan dilakukan sambil tetap berupaya mendapatkan kembali izin lingkungan kegiatan penambangan.


Pabrik Rembang Beroperasi, Produksi Semen PT SI Meningkat

PT. Semen Indonesia (Persero) menargetkan produksi semen mencapai 36 juta ton pada tahun depan.

Direktur Utama PT. Semen Indonesia Rizkan Chandra mengatakan, target itu lebih tinggi dibanding realisasi produksi sepanjang tahun ini. Kata dia, pertumbuhan itu karena adanya tambahan produksi dari pabrik baru, serta penggenjotan produksi dari pabrik yang telah beroperasi.

"Kapasitas kami di dalam negeri, tahun depan 36 juta. (Produksi tahun ini?) Produksinya tahun ini 27 juta koma sekian, hampir 28 juta ton. (Kalau penjualan?) Volume untuk industri itu turun. Sampai November, minus 0,3 persen," kata Rizkan di kantor Kementerian BUMN, Kamis (29/12/16).

"Tetapi Semen Indonesia naik 2 persen. Dull year diperkirakan naiknya 1,4 persen lah. Tahun depan, garapannya sudah lebih baik. (Proyeksi tahun depan?) 1 persen di bawah GDP," imbuhnya.

Rizkan pun mencontohkan, tambahan produksi semen itu misalnya dari pabrik di Rembang, Jawa Tengah. Kata dia, pabrik itu mulai beroperasi pada Januari 2017, dengan target produksi sebesar 1,5 hingga 2 juta ton, dari kapasitasnya 3 juta ton.

Baca:

Direktur Utama PT. Semen Indonesia itu menambahkan, tantangan terberat penjualan semen tahun ini adalah sektor retail yang masih lesu. Meski begitu, konsumsi semen justru terdorong oleh sektor infrastruktur yang tumbuh pesat.

Dia berujar, pendapatan perusahaannya pada tahun depan diproyeksikan tidak hanya berasal dari produksi semen. Pasalnya, kini perusahaan plat merah itu juga menjalankan beberapa aksi korporasi, yakni dengan merambah ke produksi material bangunan lain, seperti beton dan keramik, melalui akuisisi. Sehingga kata Rizkan, saat terjadi penurunan konsumsi semen domestik, profit perusahan akan terbantu oleh portofolio lainnya. (ika)

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!