Menteri Siti Perintahkan Gubernur Ganjar Cabut Izin Pabrik Semen di Kendeng

"Perintah saya kepada Gubernur adalah cabut SK-nya, buat Amdal baru, atau dibuat revisi,"

Rabu, 14 Des 2016 18:44 WIB


KBR, Jakarta- Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya mendesak Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mencabut izin lingkungan  PT Semen Indonesia di Rembang, Jawa Tengah yang diterbitkan pada 9 November 2016. Ganjar diberi waktu sampai 17 Januari untuk kemudian menerbitkan SK baru.

Kata Siti,  tim kecil dibentuk untuk mengecek fakta di lapangan.

"Tim kecil itu akan mengecek, karena kalau lihat di dokumen, itu dia nyebut wilayah mana, desa apa. Saya lagi suruh cek betul, yang correct (benar), itu dikaitkan dengan goa sumber air, air bawah tanah, dan lain-lain. Maka enggak bisa diputusin sekarang. Karena ada data dan lain-lain yang harus masuk. Karena perintah saya kepada Gubernur adalah cabut SK-nya, buat Amdal baru, atau dibuat revisi," ujar Siti di kantornya, Rabu(14/12).

Nantinya, hasil pengecekkan mereka akan dijadikan dasar bagi Pemprov Jateng untuk menurunkan SK. Kata Siti juga, hasil kajian tim kecil bisa mendorong Amdal Semen Indonesia direvisi. Menurutnya, dalam keputusan PK, pabrik tetap bisa beroperasi dengan beberapa kriteria. Kriteria inilah yang akan diperjelas sampai 17 Januari mendatang.

"Pada dasarnya dokumen untuk mengatasi kemungkinan dampak, jadi mitigasi harus diganti. Kalau dia punya teknologi baru, ya dia harus sebut. Sebab begini, yang dipersoalkan di seluruh dokumen PK itu adalah cekungan air tanah. Padahal, di Peraturan Presiden yang lalu, cekungan tanah tidak masalah apabila ada catatannya, teknologinya begini, keadaan, kriterianya. Saya bilang, kalau begitu buat clear dulu kriterianya."

Siti tidak menampik kemungkinan besar pabrik semen akan terus beroperasi. Hanya ia menekankan itu operasi tetap harus menunggu Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) rampung. Hingga saat ini, penyusunan KLHS masih berjalan.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta agar penyusunan KLHS ini dipercepat. Menurut dia, hal itu juga diminta oleh Siti.

"Tanya Bu Menteri (Siti). Bu Menteri malah mintanya sekarang, bulan ini. Namanya minta kok. (KLHS kan belum selesai pak?) Memang belum selesai. Saya minta bisa dipercepat ga? Kalau dispesifik kasus ini? Masa kerja lambat. Bu Menteri mintanya Desember, bisa ga?''  kata Ganjar.
                                                
Pabrik Semen Indonesia sebelumnya direncanakan beroperasi mulai awal tahun 2017. Dirjen Planologi KLHK sekaligus ketua tim kecil, San Afri Awang mengatakan dalam rapat bersama Kementerian BUMN, PT SI, dan Pemprov Jateng hari ini, dia baru mendengar potensi kerugian dari mundurnya operasi PT Semen Indonesia.

"Saya saja baru dengar tadi kerugiannya Rp 50 miliar per bulan. Investasinya Rp 5 triliun. Jadi ini memang tugas berat."


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Buruh Tagih Janji Anies-Sandy Naikkan UMP

  • Polisi Tangkap Pembuat Uang Palsu Senilai Ratusan Juta
  • Suap BPK, Pejabat Kemendes Dalih Ditekan
  • Bawa Sabu, PN Medan Hukum Artis Malaysia 11 Tahun