Menhub: Puncak Arus Balik, 1 Januari 2017

Pemudik disarankan tidak bersamaan saat melakukan perjalanan balik. Selain itu pemudik yang bakal kembali ke Jakarta disarankan menggunakan jalur alternatif agar tidak bertumpuk di Tol Cipali.

Senin, 26 Des 2016 10:23 WIB

Kendaraan melintas ruas tol Jakarta-Cikampek menjelang pintu masuk Tol Cikarang Utama, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (23/12/2016). (Foto ANTARA)


KBR, Jakarta - Kementerian Perhubungan memperkirakan puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru 2017 akan terjadi pada Minggu, 1 Januari 2017 mendatang.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengimbau para pemudik agar tidak bersamaan saat melakukan perjalanan balik. Selain itu bagi pemudik yang bakal kembali ke Jakarta disarankan menggunakan jalur alternatif agar tidak bertumpuk di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali).

"Kami merekam, (puncak) arus balik akan terjadi pada tanggal 1. Karena itu saya mengimbau mereka yang menggunakan pesawat, kendaraan pribadi, kereta api dan sebagainya jangan tertumpu pada tanggal 1. Karena itu akan terjadi peak (puncak) volume arus balik. Kalau bisa tanggal 2 Januari pagi atau sore, dan jangan mengandalkan Cipali. Ada juga jalur selatan," kata Budi Karya.

Baca juga:


Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan saat ini kondisi jalan jalur alternatif sudah relatif membaik. Selain itu, masyarakat juga diimbau menggunakan angkutan kapal laut karena tempat duduk yang tersedia masih cukup banyak, sekitar 12 persen.

Hingga saat ini, belum terlihat kemacetan berarti di Tol Cipali. Namun, Budi tetap memberlakukan sistem buka-tutup agar pemudik yang akan kembali ke Jakarta tak hanya menggunakan jalur Tol Cipali.

Menteri Budi Karya Sumadi menambahkan, hingga saat ini Jembatan Cisomang di Tol Purbaleunyi, Purwakarta, Jawa Barat masih dalam proses perbaikan. Meski demikian, dia memastikan kondisi lalu lintas di sana berlangsung dengan baik.

Baca juga:


Jembatan Cisomang hanya disarankan dilewati oleh kendaraan golongan I (kendaraan kecil hingga bus kecil). Sedangkan kendaraan berukuran lebih besar, mulai golongan II ke atas dilarang melintas jembatan it.

"Masih seperti kemarin, (jembatan) belum bisa digunakan dan hanya digunakan mobil golongan I dan Kementerian Perhubungan sudah membuat Surat Edaran SE Nomer 41 tahun 2016, yang isinya larangan dilewati bagi kendaraan golongan II dan seterusnya. Jangka waktu larangan sementara ini satu bulan. Kita lihat nanti karena Kementerian PUPR minta tiga bulan. Dan jalanan di situ masih berlangsung baik," tambahnya.

Edito: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI
  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2

Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta Gugat Pemprov DKI soal Keterbukaan Informasi Reklamasi

  • Pengamat: Ada Barter Antara Perppu dengan Tambahan Fasilitas DPR
  • Polisi Temukan Selebaran ISIS Bernada Ancaman
  • LN: 2 Negara Capai Kesepakatan Baru soal Sengketa Laut Cina Selatan

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR