Ilustrasi


KBR, Jakarta- Densus 88 Anti-Teror menembak mati 3 terduga teroris saat penggrebekkan sebuah rumah kontrakan di kawasan Babakan Setu, Tangerang Selatan, Banten. Identitas ketiganya atas nama Omen, Helmi, dan Irwan. Juru bicara Polri, Rikwanto menyebut ketiganya melawan petugas saat penggrebekkan terjadi.

"Terdeteksi 3 orang dan sudah diminta menyerah. Namun ada perlawanan dari pihak teroris temannya Adam dengan salah satunya adalah melakukan pelemparan bom. Alhamdulilah bom tidak  meledak dan langsung dilakukan tindakan tegas dengan melumpuhkan mereka," kata Rikwanto di Mabes Polri, Rabu (21/12).

Penangkapan ketiganya berangkat dari keterangan terduga teroris lain bernama Adam. Adam ditangkap pagi ini sekitar pukul 08.00. Dari keterangan dialah didapatkan bahwa masih ada tiga rekannya lagi yang masih di rumah kontrakan.

Pukul 09.45 pasukan Densus 88   menggrebek tempat tersebut. Mereka sudah memberikan peringatan dan meminta ketiganya menyerah. Namun pelaku justru melempar sebuah bom rakitan ke arah petugas. Bom tersebut tidak meledak. Akhirnya, kepolisian memutuskan untuk menembak ketiganya.

Setelah digrebek, kepolisian menemukan bom rakitan dan tiga jasad terduga teroris. Dari hasil pengecekkan terhadap Adam, ketiganya bernama Omen, Helmi, dan Irwan. Omen direkrut oleh Ovi, perencana bom Kedutaan Besar Myanmar 2013 lalu.

"Omen ini mantan napi pembunuhan. Kemudian direkrut Ovi terpidana bom kedutaan Myanmar tahun 2013." Ujar dia.

Sementara itu Irwan sehari-hari bekerja sebagai supir di salah satu perusahaan air mineral di Tasikmalaya. Helmi adalah penjual nasi di Tasik. Keduanya kelompok Jamaah Anshor Daulah.

Saat ini evakuasi masih berlangsung. Jenazah ketiganya akan dibawa ke RS Kramat Jati. Kepolisian masih mendalami apakah bom-bom rakitan tersebut bisa dijinakkan di TKP.

Dari hasil pemeriksaan terhadap Adam, kepolisian mendapat informasi bahwa mereka menyasar petugas kepolisian. Awalnya, kelompok ini berniat melakukan peledakan bom dengan terlebih dahulu menusuk seorang petugas untuk menarik perhatian. Setelah petugas dan masyarakat berkumpul, mereka berencana meledakkan bom.

Belum diketahui siapa yang akan menjadi "pengantin" di antara keempat orang tersebut.  Rikwanto mengatakan mereka masih akan mendalami informasi tersebut setelah situasi lebih kondusif.

Informasi awal, mereka masih terkait dengan jaringan di Bekasi.

"Informasi awal dari yang di lapangan, ada kaitannya dengan jaringan yang di Bekasi."


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!