Mabes: Teman Pelaku Penganiaya Bocah SD di NTT Belum Tentu Terlibat

Teman pelaku penganiaya sudah berada di tangan kepolisian.

Selasa, 13 Des 2016 19:14 WIB

Ilustrasi


KBR, Jakarta- Kepolisian masih menyelidiki keterlibatan beberapa teman pelaku penganiayaan berat terhadap anak-anak di SDN 1 Sabu Barat, Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun Juru bicara Polri, Martinus Sitompul, menegaskan, beberapa teman pelaku ini belum bisa dipastikan terlibat dalam kasus penganiayaan terhadap 7 anak-anak di SDN Sabu Barat.

"Ia tidak hanya sendiri, ada beberapa temannya. Tentu mereka ini akan kita dalami dalam kaitan mereka hadir di sana," kata Martinus di Mabes Polri, Selasa (13/12/16).

Martinus juga belum bisa mengkonfirmasi jumlah teman pelaku penganiayaan tersebut.

Sebelumnya, Kepolisian Kupang NTT membenarkan pelaku penyerangan dengan senjata tajam terhadap siswa SDN I Sabu Barat tewas diamuk massa. Seratusan lebih warga langsung mendatangi Polsek, dan menjebol tahanan. Saat ini jenazah pelaku tengah diotopsi.

Kejadiaan penyerangan terhadap siswa SDN I Sabu Barat terjadi sekitar pukul 08.50 Wita. Pelaku yang membawa pisau masuk ke ruangan kelas V dan menyerang sejumlah siswa. Tujuh siswa mengalami sejumlah luka di bagian tubuhnya.

Warga Sempat Menyerang Kios
Pasca menyerang polsek, warga lalu merusak sejumlah kios warung di Sabu Raijua, Kupang, NTT. Warga setempat, Melvi Christovel Lado Lay mengungkapkan warung-warung itu dirusak lantaran dianggap sebagai milik kelompok yang menyerang sekolah. Kata dia, sudah ada tiga kios yang dirusak.

"Ada belasan orang warga," terangnya keapda KBR, Selasa (13/12/2016) siang.

"Ini manual saja, mereka pukul rubuhkan dan tendang. Hanya (bagian) pintu saja," katanya.

Melvi menjelaskan, isi dagangan warung itu tidak dijarah melainkan hanya dirusak saja. Sementara barang dagangan kios itu berantakan dan jatuh ke pinggir jalan. Sejumlah pintu dan dinding kayu pun roboh.

Kata dia, saat ini situasi di desanya sudah lebih tenang. Ujarnya lagi, warga setempat kini menjaga kios warung yang rusak itu. Karena para pemilik warung kini kabur karena ketakutan.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!