Korban Tewas Gempa Pidie Jaya Tembus 102 Orang, Tanggap Darurat Skala Provinsi

Pemerintah Provinsi Aceh menetapkan tanggap darurat selama 14 hari di tingkat provinsi karena gempa berdampak di tiga kabupaten yaitu Pidie Jaya, Pidie dan Bireuen.

Kamis, 08 Des 2016 13:37 WIB

Bangunan masjid dan Pesantren Mahadul Ulum Diniyah Islamiyah (MUDI) di Kabupaten Bireuen rusak pasca diguncang gempa. Foto diambil Kamis (8/12/2016). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Korban tewas akibat gempa kuat yang mengguncang Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh tembus angka 102 orang.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berdasarkan laporan BPBA Aceh dan BPBD Pidie Jaya mencatat korban tewas 102 orang, sekitar 700 orang luka dan lebih dari 3,200 orang mengungsi. Hingga hari ke-2, upaya pencarian dan penyelamatan korban gempa masih terus dilakukan.

Pencarian melibatkan aparat pemerintah, TNI, Polri, relawan dan masyarakat.

"Lebih dari 1460 personil terlibat dalam proses darurat gempa ini, baik personil yang berasal dari unsur BNPB, BPBD, TNI/Polri, kementerian lembaga, dinas, relawan dan masyarakat," kata Juru bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan pers yang diterima KBR, Kamis (12/8/2016).

Baca: Gempa Pidie Jaya, Jokowi Pimpin Doa Bersama di Bali   

Gempa dangkal mengguncang Kabupaten Pidie Jaya pada Rabu (7/12/2016) pukul 5 pagi. Pemerintah Provinsi Aceh menetapkan tanggap darurat selama 14 hari di tingkat provinsi karena gempa berdampak di tiga kabupaten yaitu Pidie Jaya, Pidie dan Bireuen.

Sutopo Purwo Nugroho menyatakan sejumlah pejabat dari pusat sudah datang ke Pidie Jaya, termasuk Kepala BNPB Willem Rampangilei, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimoeljono, Menteri Kesehatan Nila Moeloek dan sejumlah pejabat lain.

"Kepala BNPB telah memberikan arahan terkait penanganan tanggap darurat. Posko tanggap darurat, media center, struktur komando tanggap darurat dan koordinasi dengan berbagai pihak segera dilakukan," kata Sutopo.

Baca: Gempa Pidie Jaya, KSP Koordinasi Tanggap Darurat   

Sutopo menjelaskan banyak warga yang mengungsi karena rumah mereka rusak dan sebagian besar tidak bisa lagi ditempati. Hari ini puing-puing reruntuhan bangunan juga sudah mulai dibersihkan untuk jalur transportasi.

Data BNPB menyebutkan gempa 6,5 Skala Richter yang mengguncang Aceh Rabu kemarin merusak lebih dari 120 ruko, lebih dari 420 unit rumah, 20-an masjid dan musola, tiga bangunan pesantren, serta bangunan RSUD Pidie dan kampus STAI Al-Aziziyah.

Baca: RSUD Pidie Jaya Rusak Kena Gempa, Pasien Dirawat di Halaman   

Pada Rabu (7/12) kemarin, Gubernur Aceh mengeluarkan status tanggap darurat bencana skala provinsi selama 14 hari dari 7-20 Desember 2016.

TNI hari ini rencananya akan mendirikan rumah sakit lapangan di Pidie aya untuk menangani korban luka yang masih ada. Sementara BNPB mengirimkan bantuan senilai Rp3,5 milyar dalam bentuk tenda posko sebanyak 10 buah, genset kapasitas 2.800 watt sebanyak 10 unit, makanan, peralatan keluarga dan bantuan lain.

"Kendala lapangan yang masih dihadapi adalah ketersediaan alat berat dan jalan yang terlalu sempit untuk dilalui oleh alat berat," kata Sutopo Purwo Nugroho. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.