KKR Natal di Sabuga Dihentikan, Polisi Bandung tak akan Usut Pendemo

"Tidak akan ada pengusutan karena pada saat kejadian tidak ada penghentian paksa seheboh dengan yang disebarluaskan di masyarakat,"

Jumat, 09 Des 2016 16:13 WIB

Perwakilan panitia KKR Natal 2016 Yoseph, Kepala Polisi Kota Bandung Winarto, dan Ketua FUUI Athian Ali memberikan keterangan kepada jurnalis tentang KKR Natal 2016 dapat digelar kembali di Sabuga IT

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Bandung- Kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Natal 2016 diputuskan dapat digelar kembali di tempat yang sama, yaitu di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB. Sebelumnya kegiatan   dihentikan atas desakan kelompok Pembela Ahlus Sunnah (PAS).

Keputusan itu dikeluarkan oleh Kepolisian Bandung usai pertemuan dengan panitia KKR Natal 2016 dengan kelompok keagamaan yang menentang. Menurut Kepala Polisi Kota Bandung Winarto, pada saat pelaksanaannya nanti jaminan keamanan diberikan oleh otoritasnya jika seluruh perizinan telah dipenuhi.

"Kalau seluruh perizinannya sudah lengkap kita semua harus menghormati, baik kami dari pihak kepolisian, organisasi masyarakat dan siapa pun itu harus menghormati," ujar Winarto di Bandung, Jumat (9/12).

Kepala Polisi Kota Bandung Winarto mengatakan, sedangkan langkah pengamanan  akan dilakukan sesuai dengan standar operasional. Winarto menyebutkan jaminan keamanan kegiatan beribadah untuk seluruh agama akan diberikan oleh otoritasnya asalkan telah menempuh izin yang disyaratkan.

Dia juga menegaskan, bahwa tidak akan ada pengusutan hukum atas kejadian di Sabuga lalu. Winarto  beralasan peghentian  murni dari pihak panitia.

"Tidak akan ada pengusutan karena pada saat kejadian tidak ada penghentian paksa seheboh dengan yang disebarluaskan di masyarakat," kata dia.

Kepolisian juga menegaskan bahwa dari otoritasnya tidak ada usaha untuk menghentikan acara tersebut. Karena yang ada hanya menanyakan perihal perizinan yang telah dikantongi.

Sementara itu perwakilan panitia KKR Natal 2016, Yoseph mengatakan akan menjadwalkan kembali acara tersebut dengan kelompoknya.

"Karena ada hal-hal yang harus dibereskan baik tentang perizinan atau dari tempat Sabuga sendiri, kosong atau tidak," ujar Yoseph di tempat yang sama.

Sedangkan dari Ketua FUUI Athian Ali memastikan tidak ada ormas keagamaan mana pun yang melarang kegiatan keagamaan lain. Karena kata Athian, kegiatan keagamaan lain jika murni hanya untuk beribadah tanpa melakukan ajakan kepada umat beragama lainnya maka akan berlangsung dengan mulus.

"Jadi andai kata memang ini dapat dipastikan memang betul-betul hanya berupa acara ritual keagamaan, tidak ada unsur-unsur lain di balik itu, saya jamin tidak ada satu pun orang Islam mempersoalkan," kata Athian.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!