KKR Natal 2016 di Bandung Dihentikan, Pendeta: Cintai Orang yang Melarang

"Jangan sampai membenci dan harus mengevaluasi tentang hal ini. Dan harus mencintai dengan orang yang saat ini melarang kita,"

Selasa, 06 Des 2016 22:22 WIB

Anggota ormas Pembela Ahlus Sunnah (PAS) naik ke panggung untuk membubarkan ibadah Natal di gedung Sabuga Bandung, Jawa Barat. (Sumber: Medsos)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Bandung- Kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Natal 2016 yang dilaksanakan di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Jalan Tamansari, Bandung, akhirnya dihentikan atas desakan dari kelompok keagamaan yang menentang acara tersebut. Acara KKR Natal 2016 yang awalnya akan digelar untuk jemaat dewasa itu pada pukul 20.30 WIB membubarkan diri, usai Pendeta Stephen Tong memberikan pengumuman kepada seluruh peserta yang ditutup dengan doa bersama di selasar Sabuga ITB.

Menurut Kepala Polisi Kota Bandung, Winarto, penghentian acara KKR Natal 2016 tersebut disebabkan adanya permasalahan dengan perizinan.

"Disampaikan bahwa mereka (panitia) juga masih ada yang mesti dipelajari ada ketentuan-ketentuan atau perizinan dari Kemenag dan MUI itu ada yang mesti dilengkapi," kata Winarto di Gedung Sabuga ITB, Jalan Tamansari, Bandung, Selasa (6/12).

Kepala Polisi Kota Bandung, Winarto mengatakan, hal serupa juga dikatakan oleh Pendeta Stephen   Tong saat mengumpulkan seluruh jemaat sebelum dibubarkan.

Dalam penjelasannya di hadapan seluruh jemaat Pendeta Stephen   Tong menyatakan adanya hal itu menjadi pelajaran bagi setiap
penyelenggaraan ibadah yang akan dilakukan. Stephen  menyebutkan pula dengan adanya hal tersebut, tidak boleh menyurutkan rasa cinta kasih terhadap sesama.

"Jangan sampai membenci dan harus mengevaluasi tentang hal ini. Dan harus mencintai dengan orang yang saat ini melarang kita," kata Stephen .

Sementara itu seorang panitia yang bernama Didi, tidak memberikan keterangan apapun perihal dihentikannya acara KKR Natal 2016 di Gedung Sabuga ITB. Dia selalu menghindar dari pertanyaan jurnalis yang hendak mengkonfirmasi dan terus berkomunikasi dengan anggota kelompok penentang serta aparat kemananan termasuk dengan Kepala Polisi Kota Bandung.

"Nanti ya saya masih ada yang harus diurus," kata Didi. Alih-alih menjawab tak   lama kemudian, dia masuk ke dalam mobil berwarna abu-abu usai kendaraan Pendeta Stephen Tong meninggalkan Sabuga.

Berdasarkan pengamatan terakhir KBR di Sabuga ITB, hingga acara dibubarkan jemaat yang menjadi petugas paduan suara masih duduk di pelataran gedung tersebut. Begitu pula dengan pasukan Brimob dan kepolisian setempat. Sedangkan anggota kelompok penentang dari Pembela Ahlus Sunnah (PAS), masih bertahan di depan pintu masuk timur Sabuga ITB.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!