Kalah di MA, Menteri Rini: Pabrik Semen Harus Terus Jalan

"Pabrik semen terang krusial, investasi sudah Rp 5 triliun kok untuk 3 juta ton pertahun. Yang akhirnya pakai duit negara semua."

Rabu, 14 Des 2016 20:38 WIB

Ilustrasi: Pabrik PT. Semen Indonesia. (Foto: KBR/Musyafa)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno,   menegaskan tambang semen di Rembang, Jawa Tengah, harus terus berjalan. Rini beralasan, investasi yang sudah digelontorkan pemerintah mencapai Rp 5 triliun dan pabrik kini sudah hampir rampung.

"Pabrik semen terang krusial, investasi sudah Rp 5 triliun kok untuk 3 juta ton pertahun. Yang akhirnya pakai duit negara semua. Semua prosesnya (pabrik) sudah dikerjakan," kata Menteri BUMN Rini Soemarno di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta (14/1/2/2016).

PT Semen Indonesia membangun pabrik semen di Rembang sejak peletakan batu pertama pada Juni  2014, telah menghabiskan anggaran mencapai Rp 4,5 triliun rupiah. Pabrik ini rencananya mulai beroperasi awal tahun depan. Pabrik tersebut mampu berproduksi selama 130 tahun dengan rata-rata produksi mencapai 3 juta ton per tahun.

Persediaan Air

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengklaim sudah mengatasi masalah ketersediaan air yang dikhawatirkan warga Rembang. Ganjar memberikan garansi PT Semen Indonesia akan bertanggungjawab.

"Yang penting sebenarnya garansi dari pemerintah misalnya saya. Pak Gubernur tolong dong dijamin bahwa nanti suplai air kami tidak kurang. Kan dia minta air bersih toh. Sekarang sudah ada. Ada dua. Satu embung, satu air bersih. Sekarang sudah dibuat," klaim Ganjar di kantor KLHK, Rabu (14/12).

Dia mengatakan sudah ada sumber air bersih yang disediakan. Lokasinya berada di Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang. Volumenya mencapai 16 juta liter.

Dengan upaya ini, dia berharap warga bisa menerima keberadaan pabrik. Sekalipun putusan Mahkamah Agung Oktober lalu telah membatalkan izin lingkungan pabrik tersebut, menurut Ganjar tidak menutup kemungkinan pabrik akan tetap beroperasi.

"Yang ditolak warga kan penambangannya, ya memang. Tapi kan artinya kalau dia bicara cekungan air tanah dan sebagainya, artinya kalau itu diperbaiki kan boleh. Kan ada yurisprudensi ya. Kalau kemudian cacat prosedur, cacat hukum, dan sebagainya, ya itu diperbaiki. gitu aja."

Dia menjamin rencana penyediaan air bersih itu akan tetap dilanjutkan meskipun ada pergantian gubernur. Menurutnya, dia tidak akan mengeluarkan peraturan lagi soal kewajiban PT SI itu.

Salah satu alasan warga menolak   tambang semen, penambangan serta pengolahan semen lantaran dianggap mengganggu dan merusak lingkungan. Warga khawatir pabrik  menghilangkan kawasan Cekungan Air Tanah (CAT) yang menyimpan cadangan air. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Saracen, Analisis PPATK sebut Nama Besar

  • Bentuk Densus Tipikor, Mabes Minta Anggaran Hampir 1 T
  • Bareskrim Sita Jutaan Pil PCC di Surabaya
  • Konflik Myanmar, Tim Pencari Fakta PBB Minta Tambahan Waktu