Jaringan Teroris Bahrun Naim Sudah Menyusup Sampai Kabupaten Kota

Jaringan teroris yang ditangkap di Bintara Bekasi, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Tasikmalaya baru-baru ini merupakan sel dari kelompok Bahrun Naim.

Kamis, 15 Des 2016 11:12 WIB

Juru bicara Mabes Polri Rikwanto menunjukkan barang bukti bahan peledak yang disita dari Rio Priatna Wibawa, tersangka pembuat teror dari jaringan Bahrun Naim, Jumat (25/11/2016). (Foto: ANTARA)


KBR, Jakarta - Markas Besar Kepolisian RI menangkap 11 orang terkait dugaan keterlibatan mereka dalam upaya kejahatan terorisme dan perencanaan peledakan obyek vital. Dari 11 orang itu, tujuh orang sudah ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan empat lainnya masih dalam pemeriksaan polisi.

Juru bicara  Mabes Polri Boy Rafli Ammar mengatakan jaringan teroris yang ditangkap di Bintara Bekasi, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Tasikmalaya baru-baru ini merupakan sel dari kelompok Bahrun Naim.

Bahrun Naum Anggih Tamtomo merupakan tokoh kelompok teroris ISIS asal Indonesia. Ia sebelumnya diyakini sebagi dalang serangan teror bom di Jakarta awal 2016 lalu. Ia aktif membangun jaringan dan merekrut anggota di Indonesia.

Baca juga:


Boy Rafli mengatakan kelompok ini sudah melakukan komunikasi lebih dahulu dengan jaringan ISIS di Filipina untuk kegiatan terorisme. Kelompok ini membuat bom dengan daya rambat ledakan 5,200 meter per detik.

"Saat ini ada 11 yg diamankan dan teridentifikasi dari satu jaringan. Sel dari Bahrun Naim, beberapa tokoh yang tergabung dalam JAD di Suriah. Mereka mendapat tugas di Asia Tenggara berbasis di Filipina. Nur Solihin usia 26 tahun, tokoh pimpinan sel yang melakukan perekrutan terhadap Dian yang akan eksekusi dengan bom panci. Termasuk menerima transfer uang. Transfer ini dari luar negeri, dari Bahrun Naim," kata Boy Rafli Ammar di Mabes Polri, Kamis (15/12/2016).

Kemampuan dari sel Bahrun Naim ini dianggap luar biasa. Polisi menyebut bahan bom itu menggunakan bahan kimia RDX (Royal Demolition Explosive) alias nitramid serta HMTD (heksametilen triperoksida endiamin). RDX memiliki kekuatan lebih besar dibanding bahan peledak TNT (trinitro toluena). Komposisi bahan bom itu seperti yang digunakan Rio Priatna Wibawa, tersangka teroris yang ditangkap di Majalengka, Jawa Barat. Kekuatan bom buatan Rio Priatna itu mencapai tiga kali lipat dari bom Bali.

Baca juga:


Boy Rafli menambahkan, bahan-bahan pembuat bahan peledak yang digunakan adalah bahan yang mudah didapat di toko bahan kimia. Mereka mengemas bom rakitan di dalam panci alumunium.

"Bahan ini mudah dibeli di toko kimia. Rangkaian penangkapan ini merupakan fakta jaringan terorisme Bahrun Naim, yang ada di berbagai wilayah di Indonesia ini sampai di level kota kabupaten," jelasnya.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!