Ibadah Misa Natal, Polri: Sampai Saat Ini Aman Terkendali

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyebut ibadah misa Natal 2016 berjalan aman.

Sabtu, 24 Des 2016 21:36 WIB

Umat Khatolik melakukan ibadah Misa Malam Natal di Gereja Santo Antonius Kotabaru, DI Yogyakarta, Sabtu (24/12). Foto: ANTARA


KBR, Jakarta - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyebut ibadah misa Natal 2016 berjalan aman. Juru Bicara Polri, Rikwanto mengatakan, berdasarkan pemantauannya di lapangan, tak ada gangguan apapun. Sementara untuk penjagaan besok, tetap pada prosedur yang telah ditetapkan yakni prioritas pada gereja-gereja dengan jemaat banyak.

"Sampai saat ini, besok dan seterusnya tahun baru, kondusif, aman terkendali, pengamanan fokus. Sistem pengamanan sudah diterapkan, jumlah personil pengamanan disesuaikan jumlah pengunjung gereja dan kegiatan serta lama waktu disesuaikan ibadah. Seperti di Katedral bisa sampai 100 lebih personil, gereja kecil puluhan, kapel di bawah 10 yang lainnya di patroli," katanya di Jakarta, Sabtu (24/12/2016).

Terkait masalah keamanan, Kepolisian terus memburu jaringan teroris di Tangerang Selatan. Kata Rikwanto, kepolisian juga menangkap terduga jaringan teroris Tangerang Selatan dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan di Mako Kelapa Dua Brimob.

Kata dia, tim Densus 88 masih berada di lapangan untuk mengantisipasi kegiatan Natal dan Tahun Baru.

"Memang untuk teroris sudah tertangkap, diamankan di Mako Brimob Kelapa Dua, pada mereka masih dalam proses pemeriksaan. Ada saja, rekrutmen terus berlanjut dari Bahrun Naim. Sel lain terungkap atau belum masih ditelusuri. Ancaman teror kan juga bisa difokuskan kondisi siaga satu, kita sungguh-sungguh amankan ibadah Natal dan Tahun Baru ini," katanya.

Baca juga: Ibadah Misa Natal, Gereja Katedral di Denpasar Dijaga Gegana



Polri Tangkap 21 Terduga Teroris

Kapolri memberikan jaminan keamanan perayaan Natal dan tahun baru. Kapolri Tito Karnavian menyatakan jaminan itu dibuktikan dengan penangkapan teroris belakangan ini. Apalagi penangkapan itu dilakukan sebelum mereka beraksi. Karenanya dia meminta warga yang ingin merayakan Natal dan pergantian tahun, tak khawatir lagi.

"Total yang ditangkap kemarin 7 orang ditambah 14 yang sebelumnya, jadi 21 orang. Dan terus kita kembangkan ke jaringan lain kalau masih ada. Kita yakin dengan banyak penangkapan ini akan memberi efek ke kelompok yang lain. Tapi kita tetap aktif. Bapak Presiden sudah memerintahkan ke Polri, Panglima, dan Kepala BIN untuk mendeteksi dan menindak jika ada kelompok yang melakukan teror," ujarnya kepada wartawan di Kantor Presiden, Istana Negara, Jakarta, Kamis (22/12/2016).

Dia menambahkan, pihaknya juga mewaspadai titik yang menjadi pusat kemacetan, seperti Tol Brebes Exit (Brexit), Tol Cipali sampai arah Bandung, Jawa Barat. Karena itu 155 ribu personel gabungan akan dikerahkan di beberapa daerah yang dianggap rawan tersebut, lanjut Tito.

Rinciannya kata dia, 85 ribu personel kepolisian, 15 ribu personel TNI dan sisanya dari Satpol PP dan Dinas Perhubungan. Menurut dia, jumlah personel tersebut bertambah dari tahun sebelumnya. Namun, ia membantah penambahan personel akibat adanya penggerebekan teroris di empat wilayah beberapa waktu lalu.

Baca juga: Polres Pati Kerahkan Anjing Pelacak Jaga Misa Natal




Editor: Quinawaty 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!