GKI Yasmin: Walikota Tawarkan Konsep Masjid dan Gereja Berdampingan

Wali Kota Bogor Bima Arya sudah menyampaikan komitmennya untuk segera membuka percakapan teknis terkait keberadaan GKI Yasmin.

Minggu, 25 Des 2016 20:16 WIB

Jemaat GKI Yasmin menggelar ibadah di seberang Istana Jakarta, Minggu (25/12). Foto: Ade Irmansyah

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

ARTIKEL TERKAIT

KBR, Jakarta- Jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin menyambut baik iktikad Wali Kota Bogor Bima Arya yang akan menyelesaikan pendirian rumah ibadah mereka yang terbengkalai sejak 2010 lalu. Juru bicara GKI Yasmin, Bona Sigalingging mengatakan, Wali Kota Bogor itu sudah menyampaikan komitmennya untuk segera membuka percakapan teknis terkait keberadaan GKI Yasmin.

"Beliau di depan jemaat dan perwakilan persekutuan gereja-gereja se-Indonesia menyampaikan secara langsung komitmennya dan sikapnya bahwa masalah GKI Yasmin harus dan akan segera diselesaikan dalam waktu tidak lama lagi dengan menggulirkan percakapan yang lebih teknis terkait dengan bagaimana Pemkot Bogor akan menyediakan apa yang dibutuhkan oleh jemaat GKI Yasmin terkait gereja di taman Yasmin," ujarnya di seberang Istana Negara, Jakarta, Minggu (25/12).

Menurutnya, Bima Arya menawarkan konsep pendirian GKI Yasmin dan masjid berdampingan di Kawasan Taman Yasmin. Kata Bona, walikota asal PAN itu memastikan tidak ada relokasi ke tempat lain soal GKI Yasmin.

"Namun saat ini perundingan belum dimulai, tapi Pak Bima Arya berkata kita akan segera memulainya dan oleh karena itu kami masih datang ke sini karena komitmen itu dideklarasikan secara terbuka pagi tadi dan kami juga menyambutnya, kami nyatakan bersedia untuk membicarakan di Bogor akan lahir sebuah semacam bukti bhinneka tunggal Ika Indonesia nyata dan dapat dilaksanakan. Bahwa gereja dan rumah ibadah lain dapat berdampingan, dan tanpa menimbulkan ekses negatif apapun," ucapnya.

Bona berharap, tawaran Pemkot Bogor itu bukan hanya sebatas isapan jempol saja. Sehingga perayaan Natal di seberang Istana Jakarta hari ini menjadi yang terakhir.

"Apa yang disampaikan tadi pagi adalah ide dan gagasan Bima Arya selaku wali kota Bogor, dan kami dukung ide tersebut. Tadi beliau datang bersama Kapolresta Bogor juga dan menyampaikan hal tersebut. Karena gereja kami belum bisa dibuka dan masih bersama HKBP filadelfia maka pada Natal kali ini masih bersama-sama sebagai pengingat kepada Presiden, mohon lakukan sesuatu agar bupati Bekasi mampu membuka HKBP filadelfia dan wali kota Bogor menjaga komitmennya yang sudah disampaikan tadi pagi," tambahnya.


Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

PPATK Telusuri Rekening First Travel

  • Buruh PT Nyonya Meneer Ajukan Tagihan Rp98 Miliar
  • Pesawat Pengangkut Haji Arab Saudi Belum Boleh Mendarat di Qatar

Impor barang dari luar negeri selalu diawasi dan memiliki ketentuan, jangan sampai Anda menjadi orang yang tidak tahu ketentuan yang dimiliki Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno Hatta